Pondasi Jembatan Gantung Sunggingan Dipastikan Aman


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kelurahan Sunggingan menerima bantuan pasca-bencana berupa 81 meter bronjong dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Bantuan penahan longsor tersebut dialokasikan pada tiga titik rawan, salah satunya di kawasan Jembatan Santri atau jembatan gantung penghubung Dukuh Sunggingan dengan Dukuh Jetak Kembang.

Lurah Sunggingan, Rikho Mahardika Gautama, menyatakan bahwa realisasi bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif dan arahan langsung dari Bupati Kudus. Langkah ini guna mengamankan infrastruktur desa dari ancaman gerusan air Sungai Kaliglis, seperti yang terjadi saat musim penghujan.

‘’Sebelum adanya bronjong, banjir bandang Sungai Kaliglis sempat memicu longsor parah yang memutus jalan paving selebar 1,5 meter. Bahkan, longsor tersebut turut menghanyutkan bagian dapur dan kamar mandi rumah warga di sepanjang bantaran,’’ ujarnya.

Sambung Rikho, kondisi tersebut kerap mengancam keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah yang melintasi area rawan. Jembatan gantung di kawasan ini menjadi jalur nadi utama yang menghubungkan Dukuh Jetak Kebang dan Dukuh Sunggingan.


Baca juga:  Keamanan Rumah Korban Banjir Dijaga Aparat

‘’Jembatan ini sangat ramai, terutama waktu sore hari. Banyak anak-anak Dukuh Jetak Kebang yang bersekolah dan mondok di MI serta MTs area Sunggingan lewat sini,’’ ujar Rikho.

Menurutnya, jika jembatan tidak dapat diakses saat musim hujan, anak-anak sekolah terpaksa memutar jauh lewat Jembatan Tegalarum atau Jembatan Ploso. Keberadaan jembatan gantung ini memotong jalur putar yang melelahkan bagi para siswa.

Rikho juga memastikan struktur pondasi dan seling baja jembatan saat ini dalam kondisi prima, dengan agenda perawatan berkala setiap dua tahun sekali.

Pihak kelurahan berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan BBWS guna memperoleh bantuan bronjong lanjutan setiap tahun. Berdasarkan pemetaan teknis menggunakan teodolit oleh tim BBWS, total panjang bantaran sungai dari Jembatan Tegalarum hingga Jembatan Ploso mencapai 1.200 meter.

‘’Harapan kami ke depan masyarakat ikut menjaga merawat sungai ini. Pihak BBWS sudah berjanji akan membantu bertahap, mungkin 80 hingga 100 meter setiap tahunnya,’’ pungkas Rikho.

Baca juga:  Prajurit Brigif TP 43/Muria Resmi Beroperasi di Kudus

Sebelumnya diberitakan, Hujan deras dengan intensitas tinggi yang memicu banjir besar pada Minggu (11/1) lalu, mengakibatkan kerusakan pada struktur talud pelindung abrasi yang berada di bawah Jembatan Gantung turut Kelurahan Sunggingan, Kota, Kudus. Meski demikian, struktur utama jembatan masih dalam kondisi kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan.

Berdasarkan pengecekan di lapangan, kerusakan terjadi pada talud pelindung abrasi setinggi 2 meter yang mengalami penurunan atau anjlok sedalam kurang lebih 1 meter. Sedang penyebab kerusakan, akibat hantaman arus sungai yang sangat kuat saat debit air Sungai Gelis meningkat drastis akhir pekan lalu.

‘’Kondisi jembatan saat ini masih aman untuk dilewati. Yang mengalami kerusakan atau retak adalah talud pelindung abrasi, bukan pondasi utama jembatan,’’ tegas Lurah Sunggingan, Rikho Mahardika Gautama, beberapa waktu lalu. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...