Ekspor Kudus Lesu, Disdag Pacu UMKM Tembus Global


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Nilai ekspor Kabupaten Kudus menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Plt Kepala Dinas Perdagangan (Kadinas Disdag) Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengungkapkan bahwa nilai eksportasi daerah pada tahun 2024 sempat mencapai Rp750 miliar, namun menyusut menjadi Rp640 miliar pada tahun 2025.

‘’Sementara untuk tahun berjalan 2026 hingga bulan Agustus, realisasi ekspor baru menyentuh kisaran Rp400-an miliar,’’ ungkap Fitriyanto, baru-baru ini.

Menyikapi kelesuan tersebut, Disdag Kudus kini gencar mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjajaki pasar internasional. Kendati demikian, Fitriyanto tidak menampik adanya sejumlah kendala klasik yang kerap menjegal langkah para pelaku usaha pemula.

‘’Hambatan utama yang sering ditemui meliputi pemenuhan legalitas, perizinan usaha, standar pengemasan (packaging), serta stabilitas kualitas produk,’’ kata Dia.

Baca juga:  Serap Aspirasi Pembangunan melalui Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

Tidak hanya itu, lanjutnya, kendala yang paling sering dihadapi pelaku usaha lokal adalah konsistensi kuantitas. Standar ekspor terkadang meminta pengiriman dalam jumlah besar dalam waktu singkat, misalnya sekian ribu unit per minggu.

‘’Tetapi pelaku usaha kita sering kali kesulitan bahan baku atau kapasitas produksi. Sehingga kontinuitasnya terputus. Hal ini berisiko memutus kontrak dengan pihak buyer di luar negeri,’’ ujar Fitriyanto saat ditemui di kantornya.

Guna mengatasi masalah tersebut, Disdag Kudus menegaskan komitmennya agar pembinaan tidak mandek pada seremoni pelatihan saja. Pihak dinas akan melakukan monitoring ketat pasca-kegiatan untuk menyaring pelaku usaha yang benar-benar serius dan dinilai siap ekspor.

UMKM yang potensial nantinya bakal mendapat karpet merah berupa pendampingan khusus. Fasilitas tersebut mencakup pengurusan legalitas dokumen, peningkatan kualitas produk, hingga pembukaan akses pasar.

Baca juga:  Menengok Warung Sedekah Jalan A Yani Kudus : Sebelas Tahun Konsisten Mengenyangkan Perut Kaum Duafa

Selain itu, Disdag Kudus juga tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk mengintegrasikan produk-produk UMKM Kudus ke dalam portal link pemasaran ekspor resmi demi memperluas jaringan pasar digital internasional.

Disisi lain, ekspor bukan sekadar tentang menjual barang ke luar negeri, tetapi juga tentang reputasi daerah dan bangsa di kancah global. Maka dia berpesan kepada seluruh pelaku UMKM di Kudus, agar memanfaatkan momentum pembinaan dengan sebaikbaiknya.

‘’Kami di Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus siap mendampingi tahap pembinaan hingga produk Anda benar-benar bisa menembus pasar internasional,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...