Investor Pastikan Tidak Ada Penggusuran PKL di Kawasan Museum Kretek Kudus


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Rencana pengembangan kawasan Museum Kretek Kudus dipastikan tidak akan merugikan masyarakat maupun pedagang kaki lima (PKL) setempat. Pihak investor menegaskan tidak ada penggusuran bagi pedagang yang selama ini mencari nafkah di area tersebut.

General Manager Museum Kretek, Pujiharto, menyampaikan bahwa para pedagang lokal justru akan dirangkul dan dibina. Langkah ini diambil agar aktivitas jual beli dapat berjalan selaras dengan kenyamanan para wisatawan.

‘’Tidak ada penggusuran. Kami selaku investor di sini akan merangkul dan bekerja sama bagaimana kawasan Museum Kretek ini menjadi daya tarik wisata itu sendiri, cuma nanti juga akan ada penataan,’’ ujar Pujiharto, saat memberikan keterangan baru-baru ini.

Menurut Pujiharto, pendekatan utama yang digunakan adalah mendatangkan lebih banyak pengunjung demi mengangkat perekonomian warga. Dengan meningkatnya volume wisatawan secara otomatis omzet pedagang lokal juga diproyeksikan ikut naik.

Baca juga:  105 Napi Rutan Kudus Terima Remisi, Dua Langsung Bebas

Proyek pengembangan berskala besar ini dijadwalkan mulai berjalan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kawasan Museum Kretek nantinya akan ditata menjadi destinasi wisata keluarga yang lebih lengkap.

‘’Fasilitas baru yang disiapkan mencakup area kuliner modern, wahana permainan baru, hingga ruang pertunjukan seni dan budaya. Panggung hiburan dan berbagai agenda menarik juga akan dihadirkan secara rutin setiap pekan,’’ tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di depan kawasan Museum Kretek Kudus diliputi rasa waswas, setelah mendengar kabar adanya rencana relokasi.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kudus melalui Dinas Perdagangan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menegaskan bahwa langkah yang diambil adalah penataan estetika kawasan, bukan penggusuran.

Baca juga:  Plt Bupati Pati Sambut Hangat Kunjungan Jateng Pos

Rencana ini mencuat seiring dengan adanya wacana penyerahan pengelolaan Museum Kretek kepada pihak ketiga atau investor swasta. Investor dikabarkan meminta area depan museum dibersihkan agar cagar budaya tersebut tampak lebih representatif dan menarik wisatawan.

Ketua Paguyuban PKL Museum Kretek Kudus, Dedi Supriyadi, mengungkapkan bahwa ada sekitar 34 PKL yang menggantungkan hidup di area luar atau depan museum. Dirinya tidak menampik adanya kekhawatiran di kalangan pedagang mengenai kelangsungan mata pencaharian mereka.

‘’Sudah ada kabar (relokasi), cuma belum secara tertulis. Katanya museum mau dikelola pihak swasta atau investor. Keinginan kami, para pedagang tetap bisa mencari nafkah di sana walau ada investor baru,’’ ujar Dedi. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...