Hadapi Tantangan Global dan Era AI Lewat Program Bilingual


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Yayasan Bina Pelayanan Masehi (YBPM) Kudus kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Masehi Annual Fair (MAF) 2026. Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Sekolah Masehi ke-72 ini mengusung tema “Live the LIGHT”. Pameran edukasi dan kreativitas ini menjadi bukti nyata konsistensi YBPM dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus menjawab tantangan global.

Ketua Pengurus YBPM Kudus, Kristian Hartono, menjelaskan bahwa tema “Live the LIGHT” dipilih agar para siswa Sekolah Masehi mampu menghidupi karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dengan fondasi karakter yang kuat, anak-anak diharapkan siap menghadapi ketatnya persaingan di era globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

‘’Melalui MAF 2026 ini, kami menampilkan hasil nyata dari proses pendidikan di tempat kami. Mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA menampilkan kreativitas dan hasil karya terbaik mereka. Bahkan tahun ini, anak-anak SMA dilibatkan langsung sebagai penyelenggara acara,’’ ujar Kristian, Rabu (7/10).

Baca juga:  Persijap Datangkan Pemain dari Borneo FC

Sambungnya, inovasi baru turut diperkenalkan YBPM pada MAF tahun ini melalui peluncuran program Building World Class. Program ini berfokus pada penguatan bahasa asing bagi siswa, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin, yang akan dimulai sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk tahun ajaran 2027/2028.

Selain memperkuat kemampuan bahasa, YBPM juga membekali siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler berbasis teknologi digital agar mereka adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan moralitas dan tanggung jawab.

Sementara Plt Kepala Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, memuji kiprah panjang YBPM yang terus menorehkan prestasi dari tahun ke tahun,’’Dinas sangat mengapresiasi bentuk nyata kiprah YBPM dalam dunia pendidikan di Kabupaten Kudus,’’ ujarnya.

Menurut Anggun, kegiatan seperti MAF ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kudus untuk mempromosikan prestasi, sekaligus menjadi wahana mendapatkan masukan dan inovasi baru.

Baca juga:  Pengurus Baru Karang Taruna Didorong Rancang Responsif Masalah Sosial

Terkait program bilingual class dan pemanfaatan teknologi yang diusung Sekolah Masehi, Anggun menegaskan bahwa esensi utama dari seluruh program pendidikan adalah demi kemajuan seluruh anak di Kudus tanpa memandang status sekolah.

‘’Bagi kami, tidak ada dikotomi antara anak sekolah negeri maupun swasta. Yang ada adalah anak-anak Kudus yang sama-sama harus kita kembangkan kualitasnya agar mereka mendapatkan pendidikan bermutu demi menyongsong masa depan yang lebih baik,’’ tegasnya.

Anggun juga menambahkan bahwa Disdikpora Kudus saat ini tengah bersiap mengikuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran depan, khususnya bagi kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6).

‘’Langkah ini rencananya akan dirintis melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun kelas bilingual di sekolah-sekolah negeri,’’ tutup Anggun. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...