Pengurus Baru Karang Taruna Didorong Rancang Responsif Masalah Sosial


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pengurus baru Karang Taruna Kabupaten Kudus dituntut untuk bergerak cepat dan inovatif, dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan. Fokus utama organisasi kepemudaan ini adalah menyusun program kerja yang sejalan dengan penanganan masalah pemuda dan isu sosial di masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kudus periode 2021-2026, Fiza Akbar menegaskan bahwa kunci keberhasilan organisasi saat ini terletak pada daya tarik program yang ditawarkan. Pengurus baru harus mampu merumuskan kegiatan yang kreatif, agar bisa merangkul semua kalangan muda.

‘’Kita rumuskan program kerja yang menarik yang bisa diikuti oleh semua kalangan. Khususnya anak-anak muda. Kalau kegiatan kita monoton, mereka tidak akan tertarik, dan pembekalan substansi yang kita siapkan tidak akan bisa masuk,’’ ujar Fiza.

Baca juga:  Kasus Aktif COVID-19 di Kudus Melonjak Capai 1.031 Pasien

Menurutnya, menarik minat generasi muda merupakan tantangan terbesar sekaligus pekerjaan rumah bagi kepengurusan yang baru. Setelah ketertarikan itu terbangun, barulah nilai-nilai pembinaan dan edukasi dapat ditanamkan secara efektif.


Selain fokus pada daya tarik pemuda, Karang Taruna Kudus juga dihadapkan pada urgensi penanganan 26 permasalahan sosial. Isu-isu krusial seperti kenakalan remaja, HIV/AIDS, orang terlantar, hingga kesejahteraan lansia terlantar menjadi objek garapan utama organisasi.

Fiza menilai, potensi yang dimiliki anak muda Kudus sangat luar biasa, mulai dari tenaga, pikiran, inisiatif, hingga kreativitas. Potensi besar ini harus dikelola dan dikolaborasikan secara matang, melalui kemitraan yang kuat bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat.

‘’Urgensinya sangat penting untuk bermitra dengan pemerintah daerah agar masyarakat bisa diberdayakan betul. Potensi anak muda ini harus kita orkestrasi dengan baik,’’ tandasnya.

Baca juga:  Dorong UMKM Naik Kelas, SG Gelar Program Mentorship

Fiza juga mengingatkan, bawah pengurus baru mengenai esensi pengabdian di Karang Taruna yang menuntut keikhlasan. Ia menekankan bahwa organisasi ini adalah wadah perjuangan, bukan tempat mencari keuntungan material.

‘’Tidak ada siasat, yang ada adalah ghirah atau semangat berjuang. Kalau ragu-ragu mending tidak usah. Karena di sini jelas tidak dapat apa-apa, yang ada justru ‘nombok’ (keluar modal sendiri, red). Jadi harus totalitas,’’ tegasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...

Persipa Pati Hadir dengan Wajah Baru

Wakapolres Kudus Pantau Kondisi Destinasi Wisata

PPKM Skala Mikro di Kudus Diperpanjang

Perayaan Cap Go Meh di Kudus jadi...