SINERGI PEMKAB PATI – SWASTA GELONTORKAN Rp840 JUTA UNTUK RENOVASI 12 RUMAH DI PATI


JATENGPOS. CO. ID, PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kontribusi swasta dalam renovasi dan pembangunan ulang 12 rumah yang tersebar didua desa di Kabupaten Pati, melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dengan total nilai bantuan Rp840 juta.

Bantuan tersebut tersebar didua desa dengan tujuh rumah di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, dan lima rumah di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pati mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Djarum atas kepeduliannya kepada masyarakat Pati melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Jika tahun ini hanya 12 rumah, mudah-mudahan tahun depan ditambah, karena di Pati masih banyak rumah warga yang tidak layak huni. Bantuan ini merupakan anugerah yang sangat berarti bagi para penerima manfaat,” ujarnya.

Acara serah terima bantuan RSLH tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026), dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat.

Chandra berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan mendorong banyak pihak untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci untuk memperluas manfaat program sosial agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

“Banyak daerah kami yang rumahnya masih harus diperbaiki di Pati ini sangat membantu kami. Kami berharap kerja sama yang terjalin tidak hanya di program RSLH ini, tetapi juga di bidang lain dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Apresiasi Loyalitas, Bank Jateng Rembang Bagi-Bagi Hadiah

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan dan renovasi rumah dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penghuni serta kebutuhan masing-masing keluarga. Penyesuaian dilakukan terhadap ukuran dan tata ruang, mulai dari kamar tidur, dapur, hingga fasilitas sanitasi, agar rumah dapat memberikan kenyamanan sekaligus mendukung kesehatan penghuninya.

“Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa mereka perlu diberikan tempat yang layak. Karena hal itu berpengaruh terhadap produktivitas, terutama untuk keluarga-keluarga yang masih punya anak kecil. Jadi, kami berharap kalau rumahnya sudah dibenahi, kehidupan mereka bisa lebih sejahtera,” katanya.

Sesuai dengan program yang sudah berjalan, Budiharto mengatakan pelaksanaan program RSLH melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.

Selama pembangunan atau renovasi berlangsung, perusahaan memberikan bantuan secara menyeluruh, sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan. Warga sekitar juga turut dilibatkan untuk memperkuat semangat gotong royong antar-warga.

“Kami juga berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi pemicu bagi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Program RSLH menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang lebih layak. Kami ingin masyarakat sekitar tumbuh, maju, dan berkembang bersama-sama,” ungkapnya.

Baca juga:  Video Syur Diduga di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus

Sebelum pelaksanaan serah terima 12 rumah di Pati, program ini telah mencatat penyelesaian 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, 10 rumah di Wonogiri.

Salah satu penerima bantuan, Syaiful Anam, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah mengucap syukur. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjahit itu mengaku sudah bertahun-tahun tinggal bersama istri dan satu anaknya dalam kondisi rumah kurang nyaman dengan atap rusak, lantai beralas tanah, dan tembok yang terbuat dari anyaman bambu.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami mau direnovasi, saya sudah sangat senang. Sampai akhirnya selesai, pastinya makin senang. Sebelum ini kondisi rumahnya kalau hujan ya bocor. Tembok rumah saya itu masih dari gedek (anyaman bambu) lantainya masih tanah. Kalau lagi panas ya sumuk (gerah), kalau hujan itu bocor. kadang-kadang ada ular masuk lewat belakang,” ungkapnya.

“Dulu anak saya kalau siang jarang tidur karena panas. Tapi sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bataan, atapnya sudah bagus. Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang, lebih enak, lebih layaklah untuk keluarga. Sudah permanen. Semoga program ini terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya,” imbuh Anam.(Ida)



TERKINI

Rekomendasi

...