Kita Muda Nahdliyin Inginkan Gus Yusuf Pimpin PBNU


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kita Muda Nahdliyin (KMN) mendorong salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), bersedia maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.

Hal ini disampaikan Koordinator Nasional KMN, Alfan A, melalui siaran persnya kepada media, Senin, 22 Juni 2026.

Sebelumnya, ratusan pemuda dan santri yang tergabung dalam KMN menggelar acara Rembug Nasional Kita Muda Nahdliyyin Se-Indonesia di Mojo, Kediri, Minggu (21/6).

Turut hadir wakil-wakil zona Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali Nusra, Sulawesi, Maluku, dan Indonesia timur. Agenda ini bertajuk ‘Future of PBNU: Menakar Kepemimpinan Harapan Warga NU’.


Diskusi menghadirkan 3 tokoh muda dari berbagai latar belakang ini mengulas kondisi dinamis struktural dan kebutuhan kepemimpinan yang tepat bagi NU hari ini.

KMN menginginkan hadirnya kepemimpinan PBNU yang mampu menjawab tantangan organisasi yang sedang memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama.

Dukungan terhadap Gus Yusuf juga telah menjadi bagian dari diskursus yang berkembang di kalangan warga Nahdliyin menjelang perhelatan Muktamar NU.

Baca juga:  Jokowi Respon Koalisi Indonesia Bersatu, Projo: KIB Manuver Cerdas

Seknas KMN, Adi, menyampaikan bahwa Gus Yusuf dinilai memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta kedekatan yang kuat dengan tradisi pesantren dan basis akar rumput Nahdlatul Ulama.

“Kami melihat Gus Yusuf sebagai figur pemersatu yang memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang di lingkungan pesantren, mampu menjembatani generasi muda dan para masyayikh, serta memiliki visi yang relevan untuk membawa NU semakin maju di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, Gus Yusuf dikenal luas sebagai tokoh muda NU yang aktif dalam berbagai forum keumatan dan penguatan organisasi.

Namanya juga kerap disebut sebagai salah satu figur potensial dalam bursa kepemimpinan PBNU menjelang Muktamar ke-35.

KMN menilai bahwa NU membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki legitimasi kultural dan keagamaan, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk menghadapi dinamika sosial, ekonomi, teknologi, serta kebutuhan pemberdayaan generasi muda Nahdliyin.

Lebih lanjut, Hudalloh, salah satu pemantik rembug nasional menegaskan, dukungan ini merupakan aspirasi moral yang lahir dari semangat menjaga keberlanjutan khidmah NU.

Baca juga:  Relawan di Hong Kong Gelar Deklarasi Dukungan Kepada Bambang Pacul Maju Pilgub Jateng

Mereka berharap proses pemilihan kepemimpinan PBNU tetap berjalan dalam koridor musyawarah, ukhuwah, dan tradisi luhur Nahdlatul Ulama sebagaimana yang selama ini menjadi ciri khas organisasi.

“Kami tidak sedang membangun polarisasi, tetapi menyampaikan harapan agar PBNU ke depan dipimpin oleh sosok yang mampu merawat tradisi, memperkuat kaderisasi, dan membangun inovasi organisasi. Karena itu, kami merekomendasikan Gus Yusuf untuk mengambil peran strategis tersebut apabila mendapatkan amanah dari para muktamirin,” tambahnya.

KMN jugs berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 berjalan damai dan berartabat, serta melahirkan keputusan-keputusan yang maslahat bagi warga NU dan Bangsa Indonesia.

KMN juga berharap kepada Panitia Pelaksana Muktamar untuk bersikap adil, transparan, dan tidak diskriminatif.

KMN juga mengingatkan terjaganya marwah keulamaan para Masyayikh Ahlul Halli Wal Aqdi dalam Muktamar, tanpa ada pembatasan unsur jabatan dan pembagian wilayah.

KMN juga mendorong optimalisasi manajemen organisasi berbasis digital sesuai fungsinya tanpa adanya unsur kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

Sebagai perkumpulan Gen Z dan Alpha, KMN sangat apresiatif atas adanya sistem Digdaya sebagai wujud konkrit digitasilasi organisasi.(rit)


TERKINI

Rekomendasi

...