JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Upaya menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga pada kesiapan layanan energi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
Sinergi antara Polda Jawa Tengah dan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus diperkuat melalui berbagai langkah antisipatif, termasuk pengawalan kendaraan tangki BBM secara situasional serta penguatan distribusi pasokan di sejumlah titik strategis.
Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/2/2026), Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026.
“Kolaborasi ini, bertujuan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran,” ujarnya.
Lanjutnya, polda Jateng juga mengajak masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik secara bijak dengan memeriksa kondisi kendaraan, mengatur waktu istirahat, dan memperkirakan kebutuhan BBM sesuai jarak tempuh perjalanan.
“Pengendara yang melintasi jalur tol, kam8 sarankan untuk melakukan pengisian BBM hingga kondisi penuh sebelum memasuki perjalanan utama,” imbuhnya.
Ditegaskan, bahwa kebiasaan menunda pengisian BBM hingga bahan bakar hampir habis berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU maupun rest area, bahkan meningkatkan risiko kendaraan mogok akibat kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
“Kami berharap kolaborasi pengamanan distribusi BBM serta kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan dapat menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Jangan menunggu BBM menipis baru mengisi ulang, agar terhindar dari antrean panjang maupun risiko kendaraan mogok di perjalanan,” tutul Kombes Pol Artanto.
Sementara itu, Taufiq Kurniawan Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi rutin dengan berbagai stakeholder untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi dalam kondisi optimal, mulai dari Terminal BBM, armada mobil tangki, hingga layanan SPBU di jalur utama, jalur alternatif, dan kawasan wisata,” katanya.
Selain mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM lebih awal sebelum memasuki jalur padat, kami juga mendorong penggunaan metode pembayaran non-tunai (cashless) seperti kartu debit, kartu kredit, maupun aplikasi pembayaran digital.
“Transaksi cashless dapat mempercepat proses layanan di SPBU sehingga membantu mengurangi antrean, khususnya pada periode puncak arus mudik dan balik,” pungkasnya. (ucl/rit)














