JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr Ir Rachmat Pambudy melepas ekspor produk garmen PT Inti Sukses Garmindo (ISG) ke Amerika Serikat (AS) di kompleks pabrik di Kelurahan Hardjosari, Bawen, Rabu (29/4/2026) pagi.
Pelepasan ditandai dengan pemotongan untaian melati yang dililitkan di bagian depan truk kontainer pembawa produk dan pemecahan kendi berisi air. Ikut mendampingi Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, perwakilan Bappeda Jateng Yusmanto, jajaran direksi PT ISG dan pejabat lainnya.
Usai acara, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan ekspor ini menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja dan sumber kemakmuran masyarakat Jawa Tengah.
“Industri garmen Kita harus tambah bagus. Kalo insentif fiskal dari Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian pasti akan ada arahan ke sana,” tegasnya.
Di hadapan ratusan pekerja PT ISG, Menteri juga mengingatkan untuk tetap semangat bekerja. Kepada manajemen perusahaan, diingatkan untuk menjamin kesejahteraan pekerja sebagai insentif atas kerja keras mereka.
“Perhatikan kesehatan pekerja. Tadi ada pekerja wanita yang sedang hamil agar ada perhatian khusus. Jika produktivitas mereka bagus, jangan ragu untuk menaikkan gaji,” seloroh Menteri.
Direktur Marketing PT ISG Henry Leo Putra menjelaskan ekspor produk ke pasar luar negeri ada setiap bulan. Setahun kurang lebih bisa mencapai satu juta potong. Untuk ekspor ke AS kali ini sebanyak 22.395 potong produk garmen.
“Ekspor tidak terpengaruh adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS. Hanya penyesuaian tarif saja,” jelasnya.
Sementara, berdasarkan pantauan situasi per April 2026, Rachmat Pambudy menekankan bahwa sektor manufaktur berorientasi ekspor, termasuk garmen, tekstil, dan elektronik, memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui strategi integrasi rantai pasok global dan adaptasi kebijakan perdagangan.
Rachmat Pambudy menyoroti bahwa perubahan rantai pasok global dan penandatanganan perjanjian perdagangan membuka peluang baru untuk meningkatkan efisiensi produksi dan margin ekspor, khususnya melalui penurunan tarif impor bahan baku. (muz)















