‘Serep Ceting’ Desa Lerep Ungaran Barat Kandidat Juara Nasional Kampung KB


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Kampung Keluarga Berkualitas (KB) “Manggar Lestari” Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mengikuti penilaian tingkat nasional secara daring di aula Kantor Bapperida Jalan Gatot Subroto, Ungaran, Kamis (11/6/2026).

Ada tiga Kampung KB di tanah air yang dinilai. Dari penilaian ini dipilih salah satu menjadi yang terbaik tingkat nasional. Para juri berasal dari Kemenko PMK, Setkab dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI.

Kepala Desa (Kades) Lerep Sumaryanto menjelaskan program “Sejuta Cara Warga Lerep Mencegah Stunting” atau “Serep Ceting” menjadi unggulan membangun kesejahteraan warga.

“Kami melibatkan RT, RW, PKK, Karang Taruna, bahkan remaja masjid. Serep Ceting artinya sejuta cara mulai dari PMT lokal berbahan, kelas parenting untuk ayah, sampai dapur sehat untuk ibu hamil kreatif. Tak hanya stunting saja, kami juga membantu warga Lansia dan lainnya secara bergotong-royong antar warga,” jelas Sumariyanto saat ditanya juri.


Kampung KB “Manggar Lestari” juga mempunyai program lansia tangguh, bank sampah, dan UMKM olahan bahan lokal. “Kami juga membantu warga lansia cek kesehatan gratis tiap Jumat. Gotong royong antar warga jadi napas kami,” kata Sumaryanto saat dijuri Kemenko PMK tanya keberpihakan ke kelompok rentan.

Baca juga:  Banjir Pekalongan, Wagub Taj Yasin Evakuasi Dua Lansia Lemas

Selain itu, dukungan dari perguruan tinggi serta BUMN untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga juga menjadi andalan. Melalui program kuliah kerja nyata tematik, riset yang berdampak sosial ekonomi serta alokasi dana tanggung jawab sosial lembaga atau CSR, upaya penguatan kesejahteraan warga terus dikebut.

Tak hanya itu, Lerep sebagai Desa Wisata juga memiliki paket “Sugar Daddy” bagi para wisatawan. Paket liburan ini berisi kegiatan penguatan relasi antara ayah dan anak dalam sebuah kegiatan yang menarik.

Acara dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah (Jateng) Rusman Efendi, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Wabup Hj Nur Arifah, Kepala DP3AKB Dewanto Leksono Widagdo dan Kades Lerep Sumaryanto. Ikut serta para pegiat Kampung KB “Manggar Lestari”, kolaborator dari perguruan tinggi, BUMN dan lainnya.

Bupati H Ngesti Nugraha saat sambutan menegaskan Pemkab Semarang telah memiliki dokumen peta jalan pembangunan kependudukan. Dokumen itu menterjemahkan kebijakan pembangunan berwawasan kependudukan dalam rencana aksi setiap tahun sampai 2029. Termasuk penerbitan Perbup Nomor 49 Tahun 2025 tentang alokasi dana APBDes untuk pengembangan Kampung KB dan penanganan stunting.

Baca juga:  Pelayanan Safari KB di Klinik Pucang Anom Medika Mranggen Tahun 2022

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Efendi menyebut memuji berbagai inovasi yang ditampilkan pengelola Kampung KB Desa Lerep.

“Inovasi Lerep komplit, data ada, program ada, kolaborasi ada. Poin penting keunggulan penilaian ini adalah adanya dokumen PJPK. Itu bukti pemerintah daerah serius, bukan sekadar seremonial,” ujarnya.

Diketahui, total ada 8.273 Kampung KB aktif di Indonesia per data BKKBN 2025. Dari ribuan itu, hanya 3 yang lolos ke tahap nasional daring tahun ini. Artinya Lerep sudah masuk 0,03% terbaik.

Ketua Pokja Kampung KB Manggar Lestari, Hartini, menyampaikan persiapan penilaian 4 bulan. “Kami buka ‘Rumah Data Ku’ 24 jam untuk juri. Semua data stunting, KPM PKH, ibu hamil KEK, lansia, semua real time. Juri bisa cek langsung,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting Kabupaten Semarang masih 19,8%, di atas target nasional 14% di 2024. Lerep sendiri menekan angka stunting balita dari 23,1% di 2022 menjadi 14,3% di 2025. Kunci keberhasilan dicapai, dengan melakukan intervensi spesifik dan sensitif agar selalu berjalan bareng. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...