JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Pemkab Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan langsung uang tunai (BLT) yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026. Kepala Dinas Sosial Istichomah menjelaskan ada 2.393 calon penerima yang tersebar di 92 desa / kelurahan se-Kabupaten Semarang.
Mereka terdiri dari 1.346 buruh tani tembakau, 215 buruh tani cengkih, 787 petani cengkih dan 45 warga kurang mampu lainnya. Setiap penerima akan memperoleh BLT senilai Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan. Sehingga masing-masing menerima Rp600 ribu yang diserahkan dalam satu kali penyaluran.
Sedangkan penyalurannya bekerja sama dengan PT Pos Indonesia cabang Ungaran dan Salatiga untuk wilayah Selatan. “Rencananya pada bulan Juni ini akan disalurkan, katanya saat acara sosialisasi BLT DBHCHT tahun 2026 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh para Camat dan Kepala Desa serta Lurah yang di wilayahnya terdapat calon penerima BLT.
Ditambahkan oleh Istichomah, pada tahap awal ada 6.100 usulan penerima dari unsur petani cengkeh, buruh tani cengkeh dan tembakau. Kemudian diverifikasi dan validasi ada 3.861 orang yang belum pernah menerima bansos DBHCHT. Namun kuota yang tersedia hanya 2.348. Sedangkan dari warga kurang mampu ada kuota 45 orang. Pendataan calon penerima dilaksanakan selama 4 bulan mulai bulan Maret hingga Juni 2026.
Artinya, ada sebanyak 1.468 usulan yang mendapat kesempatan menerima bantuan, karena sudah pernah terima, data ganda, atau tidak memenuhi kriteria buruh tani/petani tembakau-cengkih.
“Kami melaksanakan tepat sasaran. Jangan sampai yang sudah dapat PKH, BPNT, masih dapat DBHCHT jadi dobel. Pemberian bantuan langsung tunai ini bertujuan untuk memotivasi para buruh serta petani cengkih dan tembakau untuk terus beraktivitas,” pungkasnya.
Sebagai pembanding pada tahun 2025 Pemkab Semarang juga menyalurkan DBHCHT dalam 2 tahap. Tahapa pertama pada Juni 2025 sebanyak 2.393 penerima, masing-masing sebesar Rp600 ribu. Diserahkan Bupati Ngesti Nugraha di Pendapa pada 23 Juni 2025.
Pesan Bupati bantuan jangan gunakan untuk judi online. Dimanfaatkan untuk membeli sembako dan susu balita. Tahap kedua pada bulan Oktober 2025 sebanyak 2.523 penerima. Total Rp1,2 juta per orang dibagi 2 tahap masing-masing sebsar Rp600 ribu. Diserahkan Wabup Nur Arifah di Kecamatan Susukan pada 14 Oktober 2025. Pesannya, bantuan digunakan untuk bibit dan pupuk. Jangan untuk membeli skincare.
Total pada tahun 2025 penerima sebanyak 4.916 warga. Untuk 2026 kuotanya 2.393 orang x Rp600 ribu, anggaran sebesar Rp1,435 miliar. (muz)






