Partisipasi Pria Aseptor KB Meningkat, Saatnya Ayah Hadir di Sekolah


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Kaum pria di Kabupaten Semarang makin vokal soal Keluarga Berencana (KB). Buktinya, sampai akhir semester I 2026, target akseptor KB pria dengan metode Operasi Pria (MOP) sudah tercapai sesuai ditentukan Kemenduk/BKKBN. Pada tahun ini, target yang diberikan adalah 8 akseptor KB pria baru.

“Saat ini masih banyak calon akseptor pria yang antre untuk dilayani. Kita akan antisipasi dengan perubahan anggaran,” terang Kepala DP3AKB Dewanto Leksono Widagdo usai upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kabupaten Semarang tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Senin (29/6/2026) pagi.

Diterangkan Dewanto, animo pria di Kabupaten Semarang mengikuti KB selama dua tahun belakangan ini megalami kenaikan. Tren ini bukan sekali-sekali. Pada 2025, target MOP Kabupaten Semarang adalah 10 akseptor. Dan itu juga berhasil dipenuhi 100%.

Lonjakan partisipasi pria ini jadi sorotan, karena selama ini MOP kerap dianggap “tabu” dan tanggung jawab KB lebih dibebankan ke perempuan lewat IUD, implan, atau suntik.


Dewanto menyebut, meningkatnya kesadaran pria adalah efek dari kampanye berkelanjutan dan keterbukaan informasi.

“Animo dan kesadaran para pria untuk mengikuti program keluarga berencana dalam dua tahun terakhir ini terus meningkat,” katanya didampingi Kabid KB Natalia Damayanti.

Baca juga:  Melalui Jajaran Polsek, Polrestabes Semarang Salurkan 17 ton Beras SPHP

Secara nasional, metode MOP memang masih jadi kelompok minoritas. Berdasarkan data BKKBN 2024, dari 24,3 juta Pasangan Usia Subur (PUS) peserta KB aktif, hanya 0,3% atau sekitar 73 ribu PUS yang memilih MOP. Bandingkan dengan metode perempuan, suntik 48%, IUD 12%, implan 11%.

Namun di Jawa Tengah, trennya mulai bergeser. Jateng termasuk 5 besar provinsi dengan capaian MOP tertinggi secara kumulatif. Kabupaten Semarang sendiri konsisten memenuhi target 3 tahun terakhir, meski angkanya kecil. Ini menunjukkan perubahan mindset di level akar rumput.

Partisipasi aktif kaum pria dalam mendukung pembangunan keluarga ini dinilai sesuai dengan tema Harganas 2026 yakni “Ayah Wajib Hadir”.

DP3AKB melaksanakan aksi nyata mewujudkan tema itu dengan menerbitkan  surat edaran Bupati Semarang Nomor 400.13.42.1/09969 tahun 2026. Surat itu berisi imbauan kepada perangkat daerah sampai ke kepala desa untuk melaksanakan gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak Ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS) pada tahun ajaran baru mendatang.

“Ayah turut terlibat secara aktif dalam pembangunan keluarga berkualitas. Jadi tidak hanya tanggung jawab ibu saja,” katanya didampingi Kabid KB Natalia Damayanti.

Selama ini MOP difasilitasi gratis di RSUD dan beberapa RS jejaring BKKBN, dengan skrining dan konseling terlebih dahulu

Baca juga:  TAT Ketua Hipmi Diduga Terlibat Penganiayaan, Ajukan Penjadwalan Ulang Pemeriksaan

“Kalau demand-nya ada, kita wajib layani. Jangan sampai semangat ayah-ayah ini padam karena antrean panjang,” tandas Dewanto.

Dengan target semester I sudah tembus dan GEMAR-GAMAS mulai jalan, Kabupaten Semarang ingin membuktikan, keluarga berkualitas lahir saat ibu dan ayah sama-sama hadir. Baik di ruang konseling KB, maupun di gerbang sekolah anak.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha bersama Wabup Hj Nur Arifah menyalami peserta upacara seusai memimpin peringatan Harganas diikuti pimpinan OPD, para Camat dan para ASN. FOTO:IST/JATENGPOS

Sementara itu upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kabupaten Semarang tahun 2026 berjalan lancar.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha memimpin upacara yang diikuti pimpinan OPD, para Camat dan seratusan ASN. Membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN Wihaji, Bupati menegaskan kesiapan keluarga sebagai tempat bernaung yang aman dan Tangguh serta melahirkan generasi penerus yang baik.

“Perbaikan kualitas SDM tak hanya di pundak ibu. Kehadiran fisik dan emosial ayah juga menjadi penentu kestabilan struktur kepribadian anak,” tegasnya.

Bupati menekankan ulang peran ayah.”Perbaikan kualitas SDM tak hanya di pundak ibu. Kehadiran fisik dan emosional ayah juga menjadi penentu kestabilan struktur kepribadian anak,” tegasnya.

Pernyataan itu mengacu pada riset BKKBN dan UNICEF yang menyebut keterlibatan ayah sejak dini berkorelasi dengan penurunan stunting, peningkatan prestasi belajar, dan kesehatan mental anak yang lebih stabil. (muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...