JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Tidak kurang dari 130 raja dan keluarga kerajaan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dijadwalkan menghadiri Festival Keraton yang akan digelar di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya berskala besar yang dinilai langka karena mempertemukan para pemimpin dan keluarga kerajaan dalam satu acara.
Penyelenggara kegiatan, Bayu Ramli, mengatakan para peserta berasal dari berbagai keraton dan kerajaan, di antaranya Keraton Surakarta, Keraton Yogyakarta, kerajaan-kerajaan di Sumatera, Toraja, serta delegasi dari Thailand dan Malaysia.
“Total ada sekitar 130 raja dan keluarga kerajaan yang akan hadir. Acara seperti ini sangat jarang terjadi karena tidak mudah menghadirkan para raja dari berbagai daerah maupun luar negeri dalam satu kesempatan,” ujarnya, saat di konfirmasi JATENGPOS, Kamis (16/7/2026).
Dijelaskan, selain menjadi ajang silaturahmi antarkerajaan, festival juga akan dimeriahkan dengan fashion show yang menampilkan busana kebesaran dari masing-masing kerajaan. Busana tersebut akan diperagakan langsung oleh anggota keluarga kerajaan.
“Panitia juga akan menampilkan koleksi busana etnik bergaya keraton yang telah dipersiapkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” terangnya.
Festival Keraton tersebut, bakal dijadwalkan pada 25 Juli di lingkungan Kampus UKSW Salatiga.
Selain Festival Keraton, Bayu juga menyiapkan agenda Pemilihan Bintang Pelajar yang akan digelar di Lapangan Jenderal Sudirman Salatiga pada 18 Juli. Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan kelima itu akan melibatkan pelajar dan tenaga pendidik dari Kabupaten Semarang.
“Acara tersebut, bakal dikemas secara menarik dengan rangkaian hiburan sehingga diharapkan mampu menarik antusiasme masyarakat,” tandas Bayu Ramli yang baru saja menerima sejumlah penghargaan, di antaranya penghargaan pada peringatan Hari Pers Nasional dan penghargaan di bidang pariwisata.
Ia berharap Festival Keraton dapat berkembang menjadi agenda tahunan karena memiliki nilai budaya yang tinggi serta berpotensi meningkatkan sektor pariwisata dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Harapan kami, festival ini bisa menjadi agenda tahunan. Kegiatan ini sangat istimewa karena menghadirkan sekitar 130 raja dan keluarga kerajaan dari dalam maupun luar negeri. Momentum seperti ini sangat langka,” pungkasnya.
Festival Keraton diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan kalangan dunia usaha. Panitia optimistis kegiatan tersebut akan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Salatiga tahun ini. (ucl/rit)





