Cegah Bahaya Pestisida, Mahasiswa KKN UNW Edukasi Petani Kemawi soal APD dan Penyimpanan Aman


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Keselamatan petani saat bekerja di lahan menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran ke-15 Tahun 2026. Melalui program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta tata cara penyimpanan pestisida yang aman kepada para petani di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Kegiatan yang berlangsung pada minggu kedua Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Sebanyak 43 warga Desa Kemawi yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengikuti penyuluhan dengan antusias.

Penyuluhan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNW ke-15 yang dirancang untuk memberikan edukasi praktis kepada masyarakat, khususnya kelompok petani yang dalam aktivitas sehari-hari memiliki potensi bersentuhan langsung dengan bahan pestisida.

Selama ini, penggunaan pestisida menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pertanian. Pestisida digunakan untuk membantu mengendalikan berbagai hama dan penyakit tanaman. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat risiko yang perlu diperhatikan apabila penggunaannya tidak dilakukan secara tepat dan aman.

Karena itu, mahasiswa KKN UNW mendorong para petani agar tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika melakukan penyemprotan di lahan. Salah satunya dengan menggunakan APD secara lengkap dan sesuai kebutuhan.

Baca juga:  50 Anggota DPRD Kabupaten Semarang 2024-2029 Dilantik, Diwarnai 18 Wajah Baru

Dalam kegiatan tersebut, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya melindungi tubuh dari paparan pestisida, mulai dari penggunaan pelindung tubuh hingga perlengkapan lain yang diperlukan ketika melakukan proses pencampuran maupun penyemprotan.

Selain penggunaan APD untuk keselamatan petani, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai cara menyimpan pestisida secara aman. Penyimpanan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan karena pestisida merupakan bahan yang harus ditangani secara hati-hati.

Para petani diingatkan agar pestisida tidak disimpan sembarangan dan harus ditempatkan di lokasi yang aman, tidak mudah dijangkau anak-anak maupun orang yang tidak berkepentingan. Penyimpanan yang tepat juga diperlukan untuk mencegah risiko tumpahan, kebocoran maupun penggunaan yang tidak semestinya.

“Materi penyuluhan kami sampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami agar dapat langsung diterapkan petani dalam aktivitas sehari-hari. Tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga mengajak peserta memahami bahwa keselamatan kerja merupakan bagian penting dari produktivitas pertanian,” ujar perwakilan Tim KKN UNW Desa Kemawi kepada Jateng Pos, kemarin.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UNW dalam membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah warga tidak hanya diarahkan untuk menjalankan program akademik, tetapi juga membawa edukasi yang dapat memberikan manfaat langsung.

Disebutkan, pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pre-test kepada seluruh peserta. Pre-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai penggunaan APD dan penyimpanan pestisida sebelum diberikan materi penyuluhan.

Baca juga:  Kabupaten Demak Mendapat Anugerah KPAI 2021

Setelah pelaksanaan pre-test, Mahasiswa KKN UNW menyampaikan materi kepada para peserta. Materi yang diberikan membahas pentingnya penggunaan APD dalam kegiatan penyemprotan pestisida, bahaya paparan pestisida, serta cara penyimpanan pestisida yang aman.

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemahaman peserta pada pre-test sebesar 86,05%, kemudian meningkat menjadi 100% pada post-test. Dengan demikian, terjadi peningkatan pemahaman sebesar 13,95% setelah diberikan intervensi melalui kegiatan penyuluhan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi terkait materi yang telah disampaikan. Mahasiswa KKN UNW juga memberikan leaflet kepada para peserta sebagai media edukasi yang dapat digunakan untuk membantu mengingat kembali materi mengenai penggunaan APD dan penyimpanan pestisida yang aman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan yang telah diperoleh dapat diterapkan oleh para petani dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Dengan penggunaan APD yang lebih baik serta penerapan penyimpanan pestisida yang aman, risiko paparan pestisida terhadap petani dan lingkungan sekitar diharapkan dapat diminimalkan. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...