Festival Kota Lama Semarang ke-15, Samuel Wattimena : Jadi Etalase Keberagaman Lintas Budaya


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Festival Kota Lama Semarang ke-15 resmi digelar dengan mengusung tema “Unity in Diversity”. Festival yang berlangsung selama 17 hari, mulai 4 hingga 20, September 2026, menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, kuliner, musik, dan wisata sejarah.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menilai Festival Kota Lama Semarang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan di Kota Semarang.

Samuel mengatakan, sebagai salah satu mitra pariwisata, pihaknya melihat adanya upaya penyelenggara untuk meningkatkan kualitas dan keberagaman pertunjukan dari tahun ke tahun.

“Saya melihat ada usaha untuk berkembang dari pagelaran-pagelaran yang diadakan. Menjelang tahun depan, saya masih akan berbicara lagi dengan Ibu Wali Kota dan teman-teman penyelenggara event ini,” ujar Samuel, usai acara pembukaan di Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (4/9) malam.

Baca juga:  PPK Ormawa FST Undip Kenalkan Perangkat Uji Tanah Sawah Dukung Pemupukan Presisi Petani Desa Brongkol

Menurut Samuel, pengembangan festival perlu diikuti dengan penggalian lebih banyak kesenian yang memiliki akar sejarah dan budaya di Semarang maupun daerah lain di Indonesia. Ia mencontohkan pertunjukan orkestra yang menjadi salah satu bagian festival.

“Orkestra bagus sekali. Dari masa lalu sudah ada, tetapi kita juga punya kesenian lainnya yang menurut saya harus diberikan ruang,” katanya.

Ia, juga mengapresiasi kehadiran berbagai tarian etnik dari sejumlah daerah dalam rangkaian Festival Kota Lama. Menurut dia, konsep tersebut menjadikan Semarang sebagai ruang pertemuan berbagai kesenian Nusantara.

“Berbagai tarian etnik dari berbagai daerah itu sesuatu yang sangat menarik. Berarti Semarang ini bisa jadi rumah dari berbagai kesenian Nusantara. Orang datang ke Semarang dan kita bisa melihat Indonesia di Kota Lama. Itu bagus sekali,” ujarnya.

Baca juga:  Kabupaten Semarang Bersholawat, Dihadiri Ribuan Jemaah Doakan Masyarakat

Samuel juga menilai keterhubungan kawasan Kota Lama dengan destinasi bersejarah lainnya, termasuk Lawang Sewu, dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam pengembangan pariwisata Kota Semarang.
Lebih jauh, Samuel meminta masyarakat Semarang menyadari bahwa Kota Lama merupakan aset sejarah yang sangat istimewa.

“Kota lama yang paling baik dan sempurna di Indonesia itu hanya di Semarang. Jakarta saja belum terbentuk kota tuanya. Ini perlu disadari oleh kita semua,” pungkasnya.

Ia berharap media turut membantu mengangkat potensi tersebut sehingga semakin banyak masyarakat dan wisatawan mengetahui keunikan Kota Lama Semarang. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...