Bayi Baru Lahir Dibuang dalam Kardus, Polisi Buru Pelaku


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Warga Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, digegerkan penemuan bayi laki-laki di dalam kardus, Kamis (10/9) pagi.

Bayi yang diperkirakan baru berusia sekitar satu jam itu ditemukan dalam kondisi hidup di samping rumah warga.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan Elita, 42, warga RW 06 Kelurahan Penggaron Kidul, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat sedang menyiram tanaman, Elita melihat kardus cokelat tergeletak di samping rumah.

Kecurigaannya muncul setelah melihat kain putih di dalam kardus bergerak-gerak. Setelah diperiksa, ternyata terdapat bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan.

Elita kemudian meminta bantuan warga dan melaporkan penemuan tersebut kepada ketua RT. Informasi selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Penggaron Kidul dan Polsek Pedurungan.

Petugas bersama unsur kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi. Bayi segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca juga:  Datangi Kantor Damkar, DC Pinjol Pelaku Laporan Fiktif Mengaku Kapok

Kapolsek Pedurungan Kompol Navy Pradhana Prima Satya, mengatakan bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, memiliki panjang sekitar 49 sentimeter dan berat 3,4 kilogram. Saat ditemukan, bayi berada di dalam kardus cokelat dan dibungkus kain putih.

“Dari pemeriksaan awal, bayi diperkirakan baru lahir sekitar satu jam sebelum ditemukan dan saat ditemukan dalam keadaan hidup,” katanya.

Bayi kemudian dibawa ke RSIA Plamongan Indah untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan. Setelah mendapatkan penanganan awal, bayi direncanakan dirujuk ke Rumah Sakit Wongsonegoro Ketileng untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi yang kini menjadi bagian dari penyelidikan, termasuk kardus dan pakaian yang masih terdapat bercak darah.

Temuan tersebut didalami untuk mengungkap bagaimana bayi tersebut bisa berada di lokasi serta siapa pihak yang meninggalkannya.

“Yang menjadi perhatian utama kami adalah keselamatan dan kondisi bayi. Di sisi lain, anggota melakukan pengamanan lokasi, mendata saksi-saksi, serta mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk mengungkap siapa yang menempatkan atau meninggalkan bayi tersebut,” terang Kapolsek.

Baca juga:  Bupati Ngesti Nugraha Lantik Djarot Supriyoto Jabat Sekda

Polisi kini memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap pihak yang membawa dan meninggalkan bayi.

“Kami juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi mengenai ibu, keluarga, atau pihak yang berkaitan dengan bayi tersebut agar segera melapor,” pungkas Kapolsek.

Dalam penanganan bayi selanjutnya dilakukan secara lintas instansi. Polsek Pedurungan berkoordinasi dengan unsur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), UPTD, Dinas Sosial Kota Semarang, serta pihak rumah sakit.

Setelah menjalani perawatan, bayi akan mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui Dinas Sosial sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...