JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Ribuan warga Kabupaten Pati memadati halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (15/6/2026), untuk mengawal sidang perdana mantan Bupati Pati, Sudewo.
Massa yang tergabung dalam gerakan Pati Bangkit, datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati dengan membawa satu tuntutan utama, yakni pembebasan Sudewo dari proses hukum yang sedang dijalaninya.
Dari pantauan JATENG POS, sejak pagi hari, kawasan sekitar pengadilan Tipikor, telah dipadati warga yang datang menggunakan berbagai armada diantaranya bus, elf hingga mobil pribadi.
Tak kurang dari 1.500 orang hadir dalam aksi tersebut yang terdiri dari petani, nelayan, pedagang, dan masyarakat umum yang mengaku datang atas inisiatif sendiri sebagai bentuk dukungan moral kepada mantan kepala daerah itu.
Meski cuasa panas dibawah terik matahari, massa tak bergeser sedikitpun untuk menggelar aksi damai sambil membawa berbagai spanduk dan poster berisi dukungan.
Sejumlah poster bertuliskan pesan yang menyoroti pembangunan di Kabupaten Pati selama masa kepemimpinan Sudewo, juga menghiasi aksi demo tersebut.
Salah satu poster bertuliskan, “Di era Bupati Sudewo belum ada satu tahun pembangunan hampir merata, sedangkan 10 tahun lalu tidak ada pembangunan sama sekali.”
Tak hanya itu, poster bertuliskan “Suara Rakyat Pati, Bebaskan Sudewo” serta “Kami sangat menunggu kedatanganmu untuk membangun Pati, bebaskan Sudewo” terpampang gagah ditengah ribuan massa demo.
Tepat pukul 09.00 WIB mobil tahanan yang membawa Sudewo memasuki kawasan pengadilan. Ribuan warga yang menunggu sejak pagi langsung merangsek menyambut kedatangan sang bupati terduga kasus korupsi ini, sembari berteriak bebaskan Sudewo.
“Bebaskan Sudewo! Bebaskan Sudewo, kita akan lawan teriak massa secara bergantian di depan gedung pengadilan Tipikor Semarang.
Saat pintu mobil tahanan dibuka, Sudewo tampak turun mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan tangan terborgol. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, ia berjalan menuju ruang persidangan.
Sebelum memasuki gedung pengadilan, Sudewo sempat melambaikan tangan ke arah para pendukungnya. Gestur tersebut langsung disambut tepuk tangan dan teriakan dukungan dari massa yang berada di balik barikade pengamanan.
Sutirto salah satu Koordinator aksi menegaskan, bahwa kehadiran warga merupakan bentuk dukungan moral kepada Sudewo yang dinilai telah membawa perubahan dalam pembangunan Kabupaten Pati.
“Hari ini masyarakat Kabupaten Pati datang dengan hati nurani. Kami ingin membebaskan pemimpin kami karena kepemimpinan Pak Sudewo masih sangat diperlukan masyarakat,” katanya dengan lantang yang diamini ribuan massa.
Ia menegaskan, bahwa massa demo membawa tiga tuntutan utama, yakni membebaskan Sudewo dari jeratan hukum yang dihadapinya, memulihkan nama baiknya dari tuduhan yang disangkakan, serta mengembalikan Sudewo ke Kabupaten Pati agar dapat kembali memimpin daerah tersebut.
“Peserta aksi ini, berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati, mulai dari Pati Utara, Pati Selatan, Pati Timur hingga Pati Tengah. Mereka datang dengan berbagai moda transportasi dan mengatasnamakan diri sebagai representasi suara masyarakat Pati,” tandas Sutirto.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, sejumlah peserta aksi juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang menurut mereka mengalami kemajuan selama masa kepemimpinan Sudewo.
Berbagai proyek jalan, irigasi, dan fasilitas publik disebut berjalan lebih cepat serta mendapatkan pengawasan langsung dari bupati saat itu.
Dari awal hingga usai, dalam sidang perdana dugaan kasus korupsi Sudewo, massa tak henti terus berorasi
Sutirto kembali menegaskan, jika aspirasi masyarakat tidak mendapat perhatian, aksi serupa akan terus dilakukan pada setiap agenda persidangan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Kami akan terus hadir mengawal setiap sidang. Jika suara rakyat Pati tidak didengar, massa yang datang akan semakin banyak,” pungkasnya. (ucl)






