Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Investasi

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG — Jejak sejarah Laksamana Cheng Ho kembali menjadi penghubung Jawa Tengah dengan dunia internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.

Penguatan itu ditandai dengan kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu beserta delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis 2 Juli 2026. Kunjungan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama jajarannya.

Luthfi mengatakan, kerja sama tersebut memanfaatkan kedekatan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He atau yang juga dikenal sebagai Cheng Ho. Menurutnya, kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada bidang kebudayaan, tetapi juga membuka peluang penguatan investasi dan perdagangan.

Baca juga:  Ayo Kunjungi Pameran Virtual Arpus Jateng 2025

“Bahkan beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujarnya.

Luthfi menyebut, Singapura menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Jawa Tengah. Prosentase Penanaman Modal Asing (PMA) di Jateng mencapai 48 persen.

Selain investasi, ekspor Jawa Tengah ke Singapura juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor Jawa Tengah ke Singapura mencapai US$114,96 juta. Produk yang banyak diminati antara lain tembakau, produk kayu, dan tekstil.

Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu mengatakan Jawa Tengah khususnya Semarang, memiliki nilai sejarah yang kuat dan berpotensi dikembangkan sebagai kota wisata budaya kelas dunia.

“Kami banyak bergerak di bidang budaya, artificial intelligence (AI), dan teknologi baru untuk mempromosikan kebudayaan,” katanya.

Baca juga:  Berbaur dengan Masyarakat, Presiden Jokowi dan Pj Gubernur Jateng Salat Ied dan Kurban di Semarang

Ia menilai, promosi budaya tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata. Setiap daerah perlu memiliki narasi sejarah yang kuat agar mampu menarik wisatawan, investor, maupun pelaku industri kreatif.

“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” kata Zhang Lu.

Dalam kesempatan itu, Zhang Lu turut mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026. Undangan itu sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama di bidang budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata. (ucl)


TERKINI

Rekomendasi

...