JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rembug tani, penyerahan bantuan kepada kelompok tani, serta pendirian rumah burung hantu sebagai upaya pengendalian hama tikus secara ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto di lahan Kelompok Tani Sri Sadono Mulyo, Dusun Tangkilan, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Staf Ahli Bupati, perwakilan Bank Indonesia, Camat Karangpandan, serta jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan sinergi dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Dalam sambutannya, Bupati Rober menegaskan bahwa petani memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan terus menghadirkan program yang berpihak kepada petani, mulai dari peningkatan sarana produksi hingga pendampingan dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Petani adalah pahlawan pangan. Keberhasilan sektor pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan terus mendampingi dan memperkuat upaya petani agar hasil produksi semakin meningkat,” ujar Bupati.
Selain menyerahkan bantuan kepada kelompok tani, kegiatan ini juga diisi dengan rembug tani sebagai ruang dialog antara pemerintah dan petani. Berbagai persoalan yang dihadapi petani dibahas secara terbuka, termasuk strategi pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya serangan hama tikus yang kerap menurunkan produktivitas lahan pertanian.
Sebagai solusi yang ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama para petani melakukan pendirian rumah burung hantu sebagai habitat predator alami tikus. Pemanfaatan burung hantu diharapkan mampu menekan populasi hama secara efektif tanpa bergantung pada pestisida kimia, sehingga mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antara pemerintah dan petani, sehingga berbagai permasalahan di sektor pertanian dapat ditangani secara cepat, tepat, dan kolaboratif. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan petani di Kabupaten Karanganyar. (yas/rit)



