Mengembangkan Minat, Bakat, dan Karakter Peserta Didik melalui Ekstrakurikuler di SDN Karangrejo 02 Semarang


JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Setiap peserta didik memiliki potensi, minat, dan bakat yang berbeda sehingga diperlukan ruang yang dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan tersebut.

Salah satu bentuk kegiatan yang dapat menjadi wadah pengembangan potensi peserta didik adalah kegiatan ekstrakurikuler.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan pendidikan di SDN Karangrejo 02 Semarang. Sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti kegiatan di luar pembelajaran reguler melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu setelah pembelajaran selesai. Tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta karakter positif peserta didik.

Di SDN Karangrejo 02 Semarang, terdapat beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik. Dua di antaranya adalah ekstrakurikuler pencak silat dan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Kedua kegiatan tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi sama-sama memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan peserta didik.

*Pencak Silat, Melatih Fisik dan Karakter Peserta Didik*

Salah satu ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SDN Karangrejo 02 Semarang adalah pencak silat. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Joko Tatagno, S.Pd. dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis pukul 14.00 WIB.

Ekstrakurikuler tersebut dapat diikuti oleh peserta didik mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah peserta sekitar 30 anak.
Kegiatan latihan pencak silat dilakukan sebagai salah satu sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan fisik sekaligus membangun sikap dan karakter. Dalam latihan, peserta didik dikenalkan dengan berbagai gerakan dasar pencak silat dan dilatih untuk mengikuti arahan pembimbing secara teratur.

Bagi peserta didik, latihan pencak silat bukan hanya tentang belajar membela diri. Mereka juga belajar mengenai kedisiplinan, keberanian, konsentrasi, ketekunan, dan pengendalian diri. Peserta didik harus mengikuti aturan latihan, memperhatikan instruksi pembimbing, serta berusaha melakukan setiap gerakan dengan benar.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta didik dari berbagai jenjang kelas untuk berlatih bersama. Peserta didik kelas 1 dapat belajar dari peserta didik yang lebih senior, begitu pula sebaliknya. Interaksi tersebut dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai di antara peserta didik.

Pencak silat juga memiliki nilai budaya yang penting untuk dikenalkan sejak dini. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai seperti disiplin, kesopanan, keberanian, dan pengendalian diri.

Oleh karena itu, kegiatan ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda melalui aktivitas yang menyenangkan dan aktif.

*BTQ, Membentuk Kebiasaan Positif*

Selain pencak silat, SDN Karangrejo 02 Semarang juga melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an atau BTQ. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 15.30 WIB dan diikuti oleh peserta didik kelas 4 hingga kelas 6.
Kegiatan BTQ dibimbing oleh seorang ustaz yang dikenal dengan nama Ustaz Hary.

Baca juga:  Lebih Dari 4 Dekade Congrock 17 Mampu Mempertahankan Karya Musikalitas

Ekstrakurikuler ini menjadi salah satu wadah bagi peserta didik untuk memperoleh pembelajaran tambahan dalam bidang keagamaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an.
Melalui kegiatan BTQ, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berlatih membaca Al-Qur’an secara lebih rutin. Kemampuan setiap peserta didik tentu berbeda-beda.

Oleh karena itu, kegiatan dilakukan sebagai proses pembelajaran yang bertahap agar peserta didik dapat terus meningkatkan kemampuannya.
BTQ juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis membaca dan menulis Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat proses pembentukan kebiasaan dan karakter. Peserta didik belajar untuk lebih tekun, sabar, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengikuti kegiatan.
Kegiatan yang dilaksanakan setelah pembelajaran reguler tersebut juga dapat menjadi aktivitas positif bagi peserta didik. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menggunakan waktu di sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

*Ekstrakurikuler sebagai Ruang untuk Menemukan Potensi*

Keberadaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menjadi penting karena tidak semua potensi peserta didik dapat terlihat melalui pembelajaran akademik. Ada peserta didik yang memiliki kemampuan di bidang olahraga, seni, keagamaan, organisasi, maupun bidang lainnya.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik dapat mencoba berbagai aktivitas dan menemukan bidang yang sesuai dengan minat mereka. Ketika peserta didik mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang mereka sukai, proses belajar juga dapat menjadi lebih menyenangkan.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Kepala SDN Karangrejo 02 Semarang, Ibu Dwi Setyowati, S.Pd., M.M. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran dalam membantu peserta didik mengembangkan potensi yang tidak selalu dapat terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

“Kami ingin anak-anak mempunyai ruang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka sesuai dengan minatnya. Tidak semua kemampuan anak dapat terlihat melalui pembelajaran di kelas. Karena itu, ekstrakurikuler menjadi salah satu wadah agar potensi mereka bisa terus dikembangkan. Selain keterampilan, kami juga berharap kegiatan ini dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, dan karakter positif pada peserta didik,” ujar Ibu Dwi Setyowati.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki posisi yang cukup penting dalam mendukung proses pendidikan di sekolah. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan lain yang dapat mendukung perkembangan dirinya.

*Membangun Karakter melalui Kegiatan di Luar Kelas*

Salah satu manfaat penting dari kegiatan ekstrakurikuler adalah pembentukan karakter. Karakter tidak hanya dibentuk melalui nasihat atau pembelajaran teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang dilakukan secara berulang.

Dalam pencak silat, misalnya, peserta didik belajar datang tepat waktu, mengikuti instruksi, melakukan latihan secara teratur, dan menghargai pembimbing maupun teman. Mereka juga belajar mengendalikan diri dan tidak menggunakan kemampuan bela diri secara sembarangan.
Sementara itu, melalui BTQ, peserta didik belajar untuk meluangkan waktu mengikuti kegiatan, berlatih secara konsisten, serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Proses tersebut secara tidak langsung dapat membentuk kebiasaan disiplin dan tekun.
Kedua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas. Peserta didik memperoleh pengalaman secara langsung sehingga nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, kesabaran, keberanian, dan ketekunan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Pj Gubernur Kukuhkan Pengurus FKUB Periode 2024-2029

*Menciptakan Kegiatan yang Positif bagi Peserta Didik*

Pelaksanaan ekstrakurikuler setelah kegiatan pembelajaran juga memberikan alternatif aktivitas yang positif bagi peserta didik. Waktu setelah pembelajaran tidak hanya digunakan untuk beristirahat, tetapi dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.

Pencak silat memberikan ruang bagi peserta didik untuk bergerak dan mengembangkan kemampuan fisik, sedangkan BTQ memberikan ruang untuk meningkatkan kemampuan keagamaan. Keduanya dapat berjalan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pengalaman pendidikan yang lebih beragam.

Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menjadi ruang interaksi antara peserta didik dan pembimbing dalam suasana yang berbeda dengan pembelajaran di kelas. Hubungan yang terbangun selama kegiatan dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih dekat, aktif, dan menyenangkan.
Dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin, peserta didik diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan karena kewajiban, tetapi juga memiliki rasa ketertarikan dan kesadaran untuk mengembangkan dirinya.

*Harapan untuk Keberlanjutan Ekstrakurikuler*

Kegiatan ekstrakurikuler pencak silat dan BTQ di SDN Karangrejo 02 Semarang merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik. Melalui kedua kegiatan tersebut, peserta didik mendapatkan pengalaman yang dapat mendukung perkembangan fisik, keterampilan, karakter, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Keberlanjutan kegiatan tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, pembimbing, peserta didik, hingga orang tua. Dengan dukungan tersebut, kegiatan ekstrakurikuler dapat terus dilaksanakan secara rutin dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Harapannya, kegiatan pencak silat dan BTQ tidak hanya berjalan sebagai kegiatan tambahan, tetapi dapat terus menjadi wadah bagi peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kegiatan ekstrakurikuler di SDN Karangrejo 02 Semarang diharapkan dapat terus berkelanjutan, semakin berkembang, dan memberikan manfaat bagi peserta didik dari waktu ke waktu.

Dengan adanya kegiatan yang konsisten dan dukungan seluruh warga sekolah, ekstrakurikuler dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih beragam. Peserta didik diharapkan dapat tumbuh tidak hanya sebagai pribadi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri yang dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari. (Oleh :
Andaru Maulana Ishak
(S1 Pendidikan Sejarah
Universitas Negeri Semarang)


TERKINI

Rekomendasi

...