JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama Badan Amil Zakat dan Sodaqah (Baznas) melakukan langkah strategis dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi umat. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara resmi meluncurkan program Z-Mart hasil kerja sama Baznas RI dan Baznas Kabupaten Sukoharjo di Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Kamis (12/3).
Program Z-Mart merupakan inisiatif pemberdayaan warung atau toko kelontong milik masyarakat kurang mampu (mustahik) agar lebih kompetitif dan berkembang. Pada tahun ini, sebanyak 40 orang saudagar kelompok terpilih sebagai penerima manfaat yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, merinci bahwa awalnya Baznas RI memberikan kuota untuk 30 orang penerima. Namun, sebagai wujud komitmen daerah, Baznas Sukoharjo menambah pembiayaan untuk 10 orang lainnya.
“Setiap mustahik menerima bantuan modal usaha senilai Rp8.000.000. Bantuan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk branding warung agar lebih menarik dan pengadaan barang dagangan berkualitas. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp320.000.000,” jelas Sardiyono.
Guna memastikan keberhasilan program, Baznas telah menunjuk dua orang pendamping profesional. Mereka bertugas melakukan asesmen, mengawal proses branding, mengatur distribusi barang, hingga menyusun laporan perkembangan usaha setiap bulan.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Z-Mart. Ia menilai bantuan ini sangat tepat sasaran bagi warga yang sudah memiliki warung namun kesulitan modal untuk berkembang.
“Z-Mart ini luar biasa. Barang dagangan disuplai langsung dari pusat distribusi (distribution center) sehingga harga jualnya bisa lebih miring dari harga pasar. Saya berharap usaha ini bisa ngremboko (berkembang pesat). Tujuan akhirnya adalah pengentasan kemiskinan, agar para penerima bantuan ini kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki (pemberi zakat),” tegas Bupati.
Bupati juga menegaskan pentingnya akurasi data agar bantuan tidak salah sasaran. Ia mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa untuk lebih aktif bergerak mendukung program-program kebaikan Baznas karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Usai meluncurkan program Z-Mart, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial kemanusiaan. Bupati menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bagi korban bencana alam tanah longsor.
Bantuan diberikan kepada Ibu Rukiyem di Jatirejo, Desa Kamal, serta Ibu Satinah di Mulworejo, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan Baznas dalam memberikan respon cepat terhadap musibah yang menimpa warga Sukoharjo. (dea/rit)










