JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyiapkan berbagai layanan tambahan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama arus mudik dan balik Lebaran. Fasilitas tersebut disiagakan di sejumlah titik strategis jalur tol, salah satunya di Rest Area KM 456 A dan B.
General Manager Pertamina Patra Niaga Jateng–DIY, Fanda Chrismianto mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kesiapan layanan tambahan tersebut. Langkah ini dilakukan guna menjamin ketersediaan bahan bakar sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengah.
“Pada hari ini kami melakukan pengecekan di Rest Area KM 456 A dan B untuk memastikan kesiapan layanan tambahan di wilayah Regional Jawa Bagian Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan di rest area tersebut Pertamina menyiapkan layanan modular yang menjual produk Pertamax serta kios kemasan yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik.
“Di rest area ini kami menyediakan layanan modular yang menjual produk Pertamax, kemudian juga kios kemasan yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Pertamina juga menyiagakan mobile storage atau tangki penyimpanan bergerak untuk menjaga ketersediaan stok bahan bakar selama periode mudik. Langkah ini dilakukan agar distribusi energi tetap terjaga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kami juga menyiapkan mobile storage untuk memastikan bahwa ketersediaan stok bahan bakar tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir selama perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran,” jelasnya.
Di sisi lain Rest Area KM 456 A juga tersedia SPBU modular yang dikelola Pertamina Retail dengan menyediakan produk Pertamax dan Pertamina Dex. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan yang melintas di jalur tol.
“Selain pengisian bahan bakar, kami juga menyediakan dua unit Serambi MyPertamina yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat,” ungkapnya.
Fasilitas Serambi MyPertamina tersebut dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak selama perjalanan. Berbagai layanan pendukung juga disediakan dan dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat.
“Berbagai fasilitas tersedia dan semuanya dapat digunakan secara gratis tanpa dipungut biaya,” terangnya.
Ia menegaskan ketersediaan energi selama periode Ramadan hingga Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman. Pasokan meliputi bahan bakar minyak, LPG hingga avtur guna mendukung kebutuhan masyarakat.
“Untuk ketersediaan energi, baik itu bensin maupun gasoil, termasuk LPG dan avtur, kami pastikan dalam kondisi aman,” tegasnya.
Pertamina juga mengoptimalkan kapasitas penyimpanan yang dimiliki serta memastikan pengiriman pasokan dilakukan secara rutin. Upaya ini dilakukan agar distribusi energi tetap lancar selama masa mudik Lebaran.
“Kami mengoptimalkan kapasitas storage yang kami miliki dan pengiriman pasokan dilakukan secara rutin,” jelasnya.
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris untuk membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan. Layanan ini ditempatkan di rest area maupun titik yang diperkirakan rawan kepadatan kendaraan.
“Selain SPBU modular, kios kemasan, dan mobile storage, kami juga menyediakan layanan motoris,” ujarnya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135. Petugas motoris akan menuju lokasi untuk membantu pengisian bahan bakar kendaraan.
“Jika masyarakat membutuhkan bantuan, cukup menghubungi 135 dan petugas akan meluncur ke lokasi,” pungkasnya.
Ia menambahkan, harga bahan bakar yang diberikan melalui layanan motoris tetap sama seperti harga di SPBU tanpa biaya tambahan. Layanan ini disiapkan sebagai bentuk dukungan Pertamina agar perjalanan mudik masyarakat tetap lancar.
“Harganya tetap sama seperti di SPBU. Masyarakat cukup membayar harga BBM sesuai ketentuan tanpa ada biaya tambahan untuk layanan tersebut,” tandasnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik untuk memastikan kondisi LPG dalam keadaan aman. Selang dan regulator disarankan dilepas untuk menghindari potensi kebocoran selama rumah ditinggalkan.
“Masyarakat yang akan mudik diharapkan memastikan selang dan regulator LPG di rumah dilepas untuk menghindari potensi kebocoran atau hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.(aln)





