29.4 C
Semarang
Rabu, 22 April 2026

Tani Merdeka Jateng Fokus Kejayaan Tebu dan Regenerasi Petani




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan pentingnya mempertahankan swasembada pangan pada tahun 2026 ini, serta memperluas fokus pada komoditas unggulan lain seperti tebu dan jagung.

Dalam upaya mengembalikan kejayaan gula Indonesia seperti masa lampau, Tani Merdeka bersinergi dengan berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri.

“Indonesia pernah mengalami kejayaan gula, kami Tani Merdeka siap mendukung pemerintah dengan swasembada tebu. Tidak hanya tebu juga ada jagung dan kami siap berkolaborasi dengan TNI Polri, siap mendukung program Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Don Muzakir saat konsolidasi dengan pengurus Tani Merdeka Solo Raya beberapa waktu lalu.

Don Muzakir juga menginstruksikan seluruh pengurus daerah untuk aktif memantau situasi lapangan, mencatat kendala, serta menjadi pendamping bagi kelompok tani. Langkah nyata telah dilakukan di Pemalang melalui koordinasi dengan petugas ulu-ulu untuk pemeliharaan lahan pertanian.


Baca juga:  Inovasi Wedangan di Museum, Wawali Soroti Revitalisasi Radyapustaka

Di wilayah Solo Raya, momentum halalbihalal dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi pengurus dari Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Sragen. Hal ini dilakukan untuk memastikan program pusat berjalan selaras hingga ke tingkat desa.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyatakan dukungannya terhadap target tersebut.

“Saat ini, Jawa Tengah fokus mendukung swasembada tebu dengan target luas lahan mencapai 13.000 hektar. Hingga kini, luas lahan yang sudah terdata mencapai 8.400 hektar,” ungkapnya Senin (20/04).

Wawan optimis target pengembalian kejayaan tebu ini dapat tercapai, terlebih dengan adanya pabrik gula baru serta pemanfaatan fasilitas pabrik lama yang masih tersedia. Selain tebu, DPW Jateng juga sedang mengembangkan demplot pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor perikanan, perkebunan, dan pengolahan pupuk.

Baca juga:  Satpol PP Bubarkan Nonton Bareng Pertandingan Persis vs Persijap

Sementara ini pengembangan demplot tersebut saat ini sudah berjalan di Ungaran dan Colomadu, Karanganyar. Wawan berharap pada tahun ini seluruh Dewan Pimpinan Daerah di Jawa Tengah sudah memiliki demplot sebagai pusat percontohan bagi petani lokal.

“Selain infrastruktur dan komoditas, Tani Merdeka juga menaruh perhatian besar pada regenerasi petani. Wawan menekankan pentingnya mengubah pola pikir generasi muda agar beralih dari pola pertanian tradisional menuju modernisasi,” imbuhnya.

Tani Merdeka akan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Bogor pada Mei mendatang. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini akan menyasar petani muda, perempuan tani, serta pengurus DPW dari Jawa Tengah dengan kuota tujuh orang per kabupaten.

“Diklat ini diharapkan mampu melahirkan penggerak pertanian modern yang lebih tangguh di daerah masing-masing,” pungkasnya. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...