Bawaslu Kudus Perkuat Pendidikan Demokrasi Pemilih Pemula


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Melalui program Bawaslu Goes To School, sosialisasi pengawasan partisipatif digelar di MA NU Assalam Kudus, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini melibatkan siswa kelas X dan XI sebagai calon pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan didampingi Anggota Bawaslu Kudus Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan, Septyandra Trisnasari. Mereka mengajak para pelajar memahami pentingnya peran generasi muda dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

Moh Wahibul Minan menjelaskan tiga tugas utama Bawaslu yang dirangkum dalam slogan CAT (Cegah, Awasi, Tindak). Menurutnya, lembaga pengawas pemilu ini tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran di lapangan.

Baca juga:  Meningkat, BDK Setor ke Kas Daerah 2,760 Miliar

‘’Tugas utama kami melakukan pencegahan terlebih dahulu, kemudian pengawasan. Jika ditemukan pelanggaran, baru dilakukan penindakan sesuai undang-undang,’’ tegas Minan.


Ia menilai keberhasilan demokrasi ditentukan oleh efektifnya upaya pencegahan sejak dini untuk meminimalkan potensi pelanggaran. Indikator kesuksesan Bawaslu bukan diukur dari banyaknya perkara yang ditangani. Keberhasilan utama adalah mampu menciptakan proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Anggota Bawaslu Kudus, Septyandra Trisnasari, memaparkan kaitan erat antara demokrasi, kebijakan, pemilu, dan pengawasan. Keempat poin tersebut merupakan satu kesatuan utuh dalam kehidupan berbangsa.

‘’Demokrasi adalah prosesnya, pemilu adalah sarananya, kebijakan merupakan hasilnya, dan pengawasan menjadi penjaganya,’’ jelas Septyandra.

Ia memberikan contoh sederhana mengenai kebijakan jam masuk sekolah yang lahir dari proses diskusi. Hal ini membuktikan demokrasi tidak hanya berlangsung saat pemilu, tetapi ada dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga:  1.750 Peserta Ikuti Danjen Kopassus Shooting Championship 2022

Pelajar memiliki peran strategis pada Pemilu 2029 karena sebagian besar sudah memiliki hak pilih. Generasi muda diharapkan dapat berpartisipasi menjadi relawan pengawasan partisipatif maupun bagian dari penyelenggara ad hoc.

‘’Melalui program ini, Bawaslu Kudus berharap kesadaran demokrasi kalangan muda meningkat demi melahirkan pengawas muda yang jujur, adil, dan bermartabat,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...