‘Suguh Unen’ Hadirkan Reinterpretasi Bunyi dalam Musik Tradisi


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Program Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sukses menggelar perhelatan bertajuk “Suguh Unen: Sajian Bunyi dalam Komposisi Reinterpretasi” pada Minggu, 21 Juni 2026. Bertempat di area parkiran jurusan, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil karya komposisi musik tradisi mereka yang inovatif dan mendalam.

Ketua Prodi Karawitan ISI Surakarta, Ananto Sabdo Aji menjelaskan berbeda dengan format ujian akhir semester konvensional, Suguh Unen dirancang sebagai ruang eksperimentasi estetika bagi para mahasiswa.

“Dalam pertunjukan ini, para komposer muda ditantang untuk menempatkan bunyi (unen) bukan sekadar sebagai elemen pengiring, melainkan sebagai hidangan estetik utama.” Ungkap Ananto Sabdo Aji.

Baca juga:  Punya Prospek Tinggi, Taj Yasin Tawarkan Investasi Pariwisata di Jateng ke Investor Luar Negeri

Pendekatan ini menuntut kedalaman riset dan keberanian dalam melakukan reinterpretasi terhadap elemen-elemen musik tradisi, sehingga melahirkan lanskap bunyi yang segar dan kontemporer.


Ditambahkan Ananto, kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya Peningkatan Sinergi Akademik di lingkungan Prodi Seni Karawitan. Melalui ajang ini, mahasiswa didorong untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus kepekaan artistik dalam mengolah komposisi.

Sinergi antara proses akademik di ruang kelas dan praktik di lapangan ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya memenuhi standar ujian, tetapi juga memiliki nilai artistik yang layak diapresiasi oleh publik luas.

Antusiasme yang tinggi terlihat sepanjang acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Penonton disuguhi pengalaman musikal yang berbeda, membuktikan bahwa musik tradisi memiliki ruang tak terbatas untuk terus berkembang dan berevolusi di tangan generasi muda.

Baca juga:  Tepis Berita Hoaks, Gibran Tegaskan Sudah Negatif Covid-19

Kesuksesan Suguh Unen menjadi bukti nyata semangat kreativitas mahasiswa yang terus terjaga. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen prodi dalam menjaga marwah kesenian agar terus relevan dengan perkembangan zaman. Karawitan Selalu Menggema!. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...