JATENGPOS. CO ID, SOLO — Rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, akhirnya terungkap secara rinci.
Operasi senyap ini berlangsung maraton sejak Kamis (9/7) sore di wilayah Solo Raya hingga sang bupati tiba di Jakarta pada Jumat (10/7) pagi.
Pergerakan tim Satgas Penindakan KPK dimulai pada Kamis sore di Kabupaten Sukoharjo. Petugas bergerak menuju rumah dinas bupati dan langsung mencokok Etik Suryani di lokasi tersebut. Usai ditangkap, istri mantan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya ini digelandang menuju Mapolresta Solo pada Kamis petang untuk menjalani pemeriksaan awal.
Proses interogasi di Solo berlangsung ketat selama kurang lebih delapan jam di lantai dua salah satu gedung Mapolresta Solo hingga Jumat dini hari. Memasuki pukul 04.25 WIB, tim KPK dilaporkan membawa enam koper berwarna hijau ke dalam Mapolresta, yang diduga kuat berisi dokumen serta barang bukti yang disita petugas.
Sekitar pukul 05.45 WIB, Etik Suryani akhirnya keluar dari gedung pemeriksaan menuju kendaraan yang bersiap membawanya ke Bandara Adi Soemarmo. Mengenakan kemeja putih dipadu rompi hitam serta masker yang menutupi wajah, ia memilih bungkam dan mengabaikan rentetan pertanyaan dari rombongan jurnalis yang telah menunggu sejak pagi.
Etik bersama tim KPK kemudian diterbangkan ke ibu kota dan mendarat di Jakarta pada Jumat pagi sekitar pukul 09.36 WIB. Dari bandara, ia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, guna menjalani pemeriksaan lanjutan yang lebih intensif.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan dalam OTT ini petugas mengamankan barang bukti berupa logam mulia serta uang tunai rupiah dan valuta asing (valas) berupa Dolar Australia dan Dolar Singapura dengan nilai total miliaran rupiah.Kasus ini sendiri diduga berkaitan dengan praktik pemerasan.
“Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7).
Selain Etik Suryani, KPK juga mengamankan empat orang lainnya yang hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas. (dea/jan)





