JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan dukungan pada kegiatan Rumah Mualaf MUI Karanganyar saat kegiatan pembinaan mualaf se-Kabupaten yang dirangkai bersama Musabaqah Tilawah Al-Qur’an tingkat kabupaten di Islamic Center Karanganyar (ICK), Sabtu (25/7/2026).
Ketua Panitia Abdul Muid menyampaikan bahwa pembinaan mualaf tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan Musabaqah Tilawah se-Kabupaten Karanganyar.
Ketua Rumah Mualaf Karanganyar, Samsi, menjelaskan sudah banyak kegiatan positif dan memberikan dampak pada masyarakat diselenggarakan Rumah Mualaf. Ia menyampaikan terimakasih kepada seluruh dukungan yang diberikan kepada Rumah Mualaf. Salah satu dukungan diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kabupaten Karanganyar. Sehingga acara tersebut dapat terselenggara.
“Kita juga melakukan penyerahan bantuan modal usaha kecil kepada 25 pedagang mualaf. Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi para mualaf di daerah,” terang Samsi.
Ketua Baznas Kabupaten Karanganyar, Hafidzi,dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program Rumah Mualaf.
“Kami menilai kegiatan ini sangat bagus dan akan terus kita dukung,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menunjukkan dukungan melalui Kabag Kesra, Puryanto, mewakili Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengapresiasi kegiatan tersebut karena mengintegrasikan kepedulian sosial dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar ikut bangga dan selalu mendukung. Kegiatan Musabaqah Mualaf ini sering juga menjadi bagian dari MTQ di tingkat Kabupaten, Provinsi Jawa Tengah, bahkan Nasional,” ujarnya.
Kebanggaan tersendiri disampaikan pengurus Rumah Mualaf Provinsi Jawa Tengah, Multazam. Ia menyebut Karanganyar sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Musabaqah Mualaf.
“Saat ini dari satu provinsi, baru Kabupaten Karanganyar yang menyelenggarakan Musabaqah Mualaf. Kami sangat mendukung dan bangga. Insyaallah kegiatan ini akan menjadi contoh agar kabupaten lain bisa mengikuti seperti di Kabupaten Karanganyar,” katanya.
Dengan adanya pembinaan, bantuan usaha, dan ajang musabaqah, Rumah Mualaf Karanganyar berharap para mualaf tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan aktif dalam kegiatan keagamaan di masyarakat. (yas/rit)





