Gebyar PAUD jadi Wadah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Pentas budaya bagi anak usia dini tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana membentuk karakter dan menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini. Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak diharapkan tumbuh dengan rasa bangga terhadap identitas budaya sekaligus memiliki karakter yang kuat sebagai generasi penerus.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Sabtu (25/7).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas anak-anak PAUD, pendidik dan tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali murid dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa pentas budaya memiliki nilai edukatif yang penting bagi perkembangan anak. Selain menjadi media menampilkan hasil pembelajaran di sekolah, kegiatan tersebut juga mampu membangun rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui berbagai penampilan seni dan penggunaan pakaian adat.


Baca juga:  TP PKK Kudus Gencarkan PMT dan Penguatan Pola Asuh , Buntut Ribuan Balita Alami Stunting

“Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya sejak usia dini. Dari sinilah karakter, rasa cinta daerah, dan kebanggaan terhadap jati diri mulai tumbuh,” ujarnya.

Menurut Chandra, pelestarian budaya harus dimulai sejak masa kanak-kanak agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Pengenalan budaya sejak dini dinilai akan membentuk rasa memiliki sehingga anak-anak terdorong untuk menjaga dan melestarikannya ketika dewasa.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan karakter, Pemerintah Kabupaten Pati juga menyiapkan sejumlah program pelestarian sejarah dan budaya daerah. Salah satunya adalah rencana pembangunan museum di bekas Kantor Satpol PP yang berada di belakang Pendopo Kabupaten Pati.

Museum tersebut direncanakan menjadi pusat pembelajaran sejarah lokal sekaligus tempat generasi muda mengenal perjalanan panjang Kabupaten Pati beserta nilai-nilai perjuangan para pendahulu.

“Kabupaten Pati telah berdiri selama 703 tahun. Generasi muda harus mengenal sejarahnya agar memahami jati diri dan menghargai perjuangan para pendahulu,” kata Chandra.

Selain pembangunan museum, Pemkab Pati juga berencana mengembangkan berbagai kegiatan pelestarian budaya, di antaranya lomba menyanyikan lagu-lagu daerah. Program tersebut diharapkan mampu memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.

Baca juga:  Pemkab Kudus Pecat Direktur Perusahaan Percetakan dan PDAM

“Kalau budaya dikenalkan sejak kecil, anak-anak akan tumbuh dengan rasa memiliki dan terdorong untuk melestarikannya,” tambahnya.

Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2026 diselenggarakan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri anak usia dini. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak, menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal maupun nasional, serta memperkuat sinergi antara lembaga PAUD, pendidik, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Acara tersebut turut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Pati, serta para pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan anak-anak peserta Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2026.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...