JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Hotel Dwangsa, Surakarta, Jawa Tengah, resmi menetapkan kepemimpinan baru. Melalui Sidang Formatur yang digelar secara musyawarah mufakat pada Sabtu (8/8) dini hari, Monica Subastia terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030.
Monica Sebastian sebelumnya merupakan Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah.
Proses pemilihan tertinggi organisasi perempuan muda Muhammadiyah ini berjalan dengan teduh dan demokratis. Seluruh tahapan dipastikan berjalan sesuai dengan tata tertib organisasi berkat fasilitasi langsung dari Panitia Pemilihan (Panlih).
Keabsahan hasil keputusan krusial tersebut ditegaskan oleh Ketua Panlih Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ni’matul Azizah, saat membacakan berita acara di hadapan sidang pleno.
“Bahwa berdasarkan hasil sidang formatur yang dilaksanakan secara musyawarah mufakat, tim formatur telah memilih dan menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum PPNA. Seluruh proses pemilihan oleh tim formatur telah dilaksanakan secara sah sesuai ketentuan organisasi yang berlaku,” ungkap Ni’matul Azizah.
Usai pembacaan berita acara resmi tersebut, Monica Subastia bersama jajaran tim formatur langsung maju ke depan panggung untuk diperkenalkan secara resmi kepada seluruh peserta Muktamar yang hadir dari berbagai wilayah.
Dalam momen bersejarah itu, Monica menyampaikan pesan singkat namun sarat makna mengenai arah gerakan organisasi ke depan.
“Kepada para kader untuk bersama-sama membawa obor gerakan Nasyiatul Aisyiyah agar tidak hanya menyala di atas, melainkan mampu menerangi seluruh jagad Indonesia,” ungkap Monica.
Terpilihnya Monica Subastia ini menuntaskan agenda utama dari seluruh rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta. Menggantikan posisi Ketua Umum terdahulu, Ariati Dina Puspitasari, Monica kini bersiap memimpin roda organisasi untuk empat tahun ke depan.
Kepemimpinannya ini sekaligus akan membawa Nasyiatul Aisyiyah memasuki abad keduanya sebagai gerakan perempuan Islam yang berkemajuan. (dea/rit)






