JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Dalam upaya memperkuat ukhuwah islamiyah dan merintis kerja sama strategis di bidang pendidikan serta dakwah, Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki melangsungkan kunjungan silaturahmi ke pimpinan pusat salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia. Rombongan pengasuh pesantren tersebut bertandang langsung ke kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta pada Rabu (16/9/2026).
Kunjungan resmi yang diikuti oleh 18 perwakilan pesantren ini dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had KH. Munir, S.Pd., M.E. Turut mendampingi dalam rombongan antara lain Pudir I Ust. Shofa Sudaryanto, M.Pd.I., Pudir II Ust. Muchson, beserta jajaran asatidz Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh perwakilan pimpinan PP Muhammadiyah, di antaranya Ust. Dr. Jamaludin Prawiro Negoro, Ust. Sumadi, dan Ust. Abdurahman.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka untuk bertukar pikiran mengenai perkembangan pendidikan Islam, tantangan dakwah masa kini, serta peluang sinergi antar lembaga.
Mudir Al Mukmin Ngruki, KH. Munir, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan terbuka dari pihak PP Muhammadiyah. “Kami berharap silaturahmi ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret, khususnya dalam penataan kurikulum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan syiar Islam.” Kata KH Munir.
Hubungan erat antara kedua lembaga ini sebenarnya telah terbangun melalui kiprah alumni Al Mukmin yang berkontribusi di jaringan Muhammadiyah.
Beberapa di antaranya yakni Dr. Iman Sastra yang dipercaya menjabat CEO Bank Syariah Matahari milik Muhammadiyah, serta Dr. Hakimuddin Salim yang mengemban amanah sebagai Mudir Ma’had ‘Ali Muhammadiyah.
Pihak PP Muhammadiyah menyambut positif ruang komunikasi yang telah dibuka dan siap menyelaraskan potensi kedua pihak demi kemajuan umat. Langkah awal ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. (dea/rit)




