Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng, Prosesi Digelar Enam Hari


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pura Mangkunegaran kembali menggelar perhelatan Hajad Dalem Dhaup Ageng Pernikahan sakral G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian, yang seluruh rangkaian prosesinya dilangsungkan mulai 3 hingga 8 November 2026.

Gusti Sura merupakan putri dalem almarhum K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IX sekaligus kakak dari Pengageng Mangkunegaran saat ini, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Peristiwa keluarga ini tidak hanya menandai babak baru bagi kedua mempelai, tetapi juga menjadi momen penting dalam merawat serta meneruskan tradisi Mangkunegaran lintas generasi.

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, menyampaikan bahwa setiap tata cara yang dijalankan merupakan wujud doa, restu, dan tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai warisan leluhur.

“Dhaup Ageng merupakan hajat keluarga yang menandai perjalanan baru dua insan dan dua keluarga. Setiap tata cara dijalankan sebagai wujud doa, restu, dan tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang diwariskan. Kami berharap masyarakat juga dapat turut menyambut dan memberikan pangestu kepada kedua mempelai,” ujar R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, dalam konferensi pers di Pura Mangkunegaran, Senin (02/11).

Prosesi adat dimulai pada Selasa (3/11/2026) dengan Sengkeran di Bale Warni (Keputren). Pada Rabu (4/11), dilaksanakan pemasangan Bleketepe, Tuwuhan, Adang Sepisan di Bangsal Tosan dan Jayengan, serta prosesi Nyantri bagi calon pengantin kakung di Pendapa Ageng dan Dalem Prangwedanan.

Baca juga:  Sosialisasi Anggaran 2022, Polres Wonogiri Transparan dan Akuntabel

Selanjutnya pada Kamis (5/11), digelar prosesi Langkahan, Siraman, Dodol Dawet, dan malam Midodareni. Akad nikah atau Dhaup Suci dilaksanakan secara privat di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan pada Jumat (6/11) pagi. Di hari yang sama, digelar prosesi Panggih dan Pahargyan (resepsi) pertama di Pendapa Ageng.

Pengageng Kawedanan Mandrapura Mangkunegaran, K.P.H. Tjuk Susilo, menambahkan seluruh rangkaian ini diiringi alunan gamelan dan delapan tarian khusus gaya Mangkunegaran. Tarian tersebut meliputi Beksan Menak Koncar yang dibawakan 7 penari saat prosesi Nyantri, Gambyong Retno Kusumo dan Guyon Kangen Kusumo pada Siraman, Srimpi Sura Asmara saat Midodareni, serta Golek Montro, Bedhaya Suryasumirah, Gambyong Pareanom, dan Bondan Jumeneng Noto pada acara resepsi.

Pada wilujengan, disajikan delapan jenis masakan berfilosofi khusus, seperti nasi liwet, sego golong, sego asahan, ketan kolak apem, jajan pasar, gedang ayu, dan suruh ayu. Saat Panggih, kedua mempelai mengenakan busana Dodot Ageng Bango Buthak, sedangkan busana Kasatriyan dikenakan saat Kirab Pengantin dan Pahargyan kedua pada Sabtu (7/11).

Baca juga:  BIN Siapkan 1.000 Vaksin Booster dan Vaksin Anak Sasar Tiga Lokasi di Sukoharjo

Sebagai ungkapan syukur, Mangkunegaran menyelenggarakan Mangayubagyo Dhaup Ageng bertajuk Srawung Kabagyan pada 6-8 November 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran.

“Mangayubagyo menjadi ruang perjumpaan keluarga dan masyarakat dalam rasa syukur dan kebahagiaan. Setiap jamuan yang dibagikan, kebersamaan yang terjalin, serta pangestu yang disampaikan menjadi bagian dari doa yang mengiringi perjalanan baru kedua mempelai,” imbuh K.P.H. Tjuk Susilo

Mangkunegaran membagikan Segahan Pahargyan berupa 2.000 porsi jamuan setiap hari hasil olahan UMKM lokal kepada masyarakat dari lima kecamatan di Surakarta serta panti asuhan dan panti wreda. Acara ini juga diwarnai dengan pembagian santunan untuk panti asuhan.

Kirab Pengantin diselenggarakan pada Sabtu (7/11/2026) mulai pukul 16.00 WIB dengan rute di sekitar Pura Mangkunegaran. Tradisi kirab ini telah dilakukan sejak dulu sebagai bentuk penghormatan dan cara memperkenalkan kepada masyarakat bahwa putri raja telah menikah. Barisan bregada dan unsur seni akan mengiringi kedua mempelai di sepanjang jalan. (dea/rit)


TERKINI

Pemkab Kudus Prioritaskan Satu Puskesmas Baru

Rekomendasi

...