JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Diabetes Melitus (DM) diam-diam mengintai. Tanpa gejala jelas, penyakit ini baru ketahuan saat komplikasi sudah menyerang jantung, ginjal, mata, hingga saraf. Banyak penderita tidak menyadari dirinya telah mengalami gangguan kadar gula darah karena penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas.
Akibatnya, pasien baru datang berobat dalam kondisi sudah parah. Melihat tren penderita yang terus naik tiap tahun, Puskesmas Sukamara meluncurkan terobosan, E-MAWAS DIRI atau Electronic Mawas Diri. Inovasi ini dikembangkan sebagai sarana skrining mandiri untuk membantu masyarakat mengenali faktor risiko Diabetes Melitus secara cepat, mudah, dan dapat dilakukan kapan saja.
Adalah, Munawwarotul Isnaniyah mahasiswi Prodi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran ini sebagai inovator terobosan ini. Menurutnya, E-MAWAS DIRI merupakan media skrining elektronik yang dirancang sederhana sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui telepon genggam maupun komputer.
Pengguna cukup mengisi beberapa pertanyaan mengenai usia, riwayat keluarga, aktivitas fisik, pola makan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga kebiasaan hidup sehari-hari. Setelah seluruh data diisi, sistem secara otomatis memberikan hasil tingkat risiko, mulai dari risiko rendah, sedang, hingga tinggi.
“Bukan sekadar memberikan hasil skrining, E-MAWAS DIRI juga menyediakan edukasi mengenai pencegahan Diabetes Melitus melalui penerapan gaya hidup sehat. Masyarakat memperoleh informasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, pola makan seimbang, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar Munawwarotul kepada Jateng Pos, kemarin.
Dijelaskan lebih lanjut, inovasi ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain: Skrining dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan; Hasil penilaian diperoleh secara otomatis dan cepat; Memudahkan tenaga kesehatan melakukan deteksi dini kelompok berisiko; Mendukung pelayanan promotif dan preventif sesuai transformasi layanan kesehatan primer; dan Menjadi media edukasi yang mudah dipahami masyarakat.
Masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengenali faktor risiko Diabetes Melitus sejak dini. Deteksi dini memungkinkan seseorang melakukan perubahan gaya hidup sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat sehingga komplikasi dapat dicegah.
“Saya berharap E-MAWAS DIRI dapat menjadi sarana edukasi sekaligus skrining dini yang mudah diakses oleh masyarakat. Semakin cepat faktor risiko diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah DM dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan, E-MAWAS DIRI dapat dimanfaatkan secara lebih luas, baik pada kegiatan Posbindu PTM, pelayanan di Puskesmas, instansi pemerintah, sekolah, perusahaan, maupun berbagai kegiatan skrining kesehatan di masyarakat.
“Mari kenali risikonya, lakukan skrining sejak dini, ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dan cegah DM cukup dengan E-MAWAS DIRI. Skrining hari ini, Sehat di masa depan,” tandasnya.
Kepala Puskesmas Sukamara menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Puskesmas dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital.
“Inovasi yang menjangkau semua lapisan masyarakat. Keunggulannya sangat banyak, masyarakat bisa skrining sendiri hasilnya otomatis dalam hitungan menit, dan sangat berguna di tengah minimnya jumlah tenaga kesehatan,” ujarnya. (muz)







