JATENGPOS.CO.ID, – Sebuah film atau drama selain menghibur juga mampu memberikan pembelajaran yang positif bagi penontonnya. Tak terkecuali dalam Drama Korea yang menjadi salah satu tontonan yang digemari kalangan anak muda baik laki – laki maupun perempuan. Salah satu pesan di dalam drama adalah mengenai kecerdasan emosi.
Kecerdasan emosi menjadi salah satu faktor yang penting bagi individu dalam mencapai kesejahteraan hidupnya dan menjadi suatu keharusan bagi individu di dalam menghadapi tantangan serta kompleksitas kehidupan, sehingga menekan timbulnya gejala stress maupun depresi. Kecerdasan emosi menurut Agustin (2013) yaitu individu mempunyai kemampuan mengenali perasaannya sendiri dan perasaan orang lain, mempunyai kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dengan orang lain.
My Liberation Notes merupakan salah satu Drama Korea yang rilis tahun 2022 bergenre romance dan penggalan kehidupan (slice of life) yang menceritakan suka duka kehidupan tiga bersaudara yaitu Yeom Gi Jeong, Yeom Chang Hee, dan Yeom Mi Jeong, dalam menghadapi permasalahan hidupnya masing – masing.
Dalam kehidupan sehari – hari kita dapat memanfaatkan emosi dan mengembangkan kecerdasan emosi, sehingga mengurangi dampak negatif dari emosi yang timbul. Dengan melibatkan diri secara emosional akan mengarahkan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna. Satu diantara beberapa cara menerapkan kecerdasan emosi yaitu mencontoh orang lain yang menurut kita mempunyai kecerdasan emosi yang baik.

Pada Drama Korea My Liberation Notes salah satu tokoh bernama Mi Jeong dapat dicontoh, bagaimana Mi Jeong cerdas secara emosi dan memanfaatkan emosinya dalam menjalani hidupnya. Mi Jeong juga seseorang yang dapat mengenali perasaannya sendiri, ia mengakui bahwa ia senang apabila orang lain memuja atau mengapresiasi dirinya, selain itu ia akan menangis ketika memang ia butuh untuk menangis. Begitupun dengan kita di kehidupan sehari – hari cobalah untuk mengenali hal apa yang membuat diri merasa senang maupun sedih. Jangan malu atau pantang menangis untuk meluapkan emosi yang terpendam selama menjalani pekerjaan atau aktivitas – aktivitas kehidupan lainnya.
Mi Jeong seorang introvert pendengar yang baik terutama kepada orang – orang terdekatnya. Ketika makan bersama, kumpul bersama Mi Jeong menjadi sosok yang mendengarkan cerita keluh kesah, suka duka dari orang tua dan saudaranya. Dalam beberapa kesempatan terutama saat malam hari, ia menemui tetangganya Mr. Gu untuk saling bercerita tanpa salah satunya mendominasi. Kita dapat menerapkan wujud cerdas emosional yang ditunjukkan Mi Jeong dengan menjadi space cerita dan pendengar yang baik ketika orang lain ingin bercerita, saling support, saling menjadi tempat cerita tanpa mendominasi atau justru membanding – bandingkan orang yang bercerita dengan diri kita.
Bentuk kecerdasan emosi selanjutnya yaitu mempunyai keberanian dalam menghadapi tantangan. Sehingga seseorang yang cerdas secara emosional akan berani mencoba atau melangkah dan menghadapi tantangan kehidupan sebaik mungkin. Hal tersebut seperti yang ditunjukkan oleh Mi Jeong, ia tetap berusaha melakukan pekerjaan atau tugas kantornya dengan baik walaupun ia dituduh menjadi selingkuhan bos oleh rekan kerjanya. Mi Jeong tidak menuruti emosi negatif, lantas ia membalas membuat malu rekan kerjanya yang akan menghabiskan energi dalam dirinya akan tetapi ia face to face kepada rekan kerja yang menuduhnya , menyelesaikan gosip yang beredar.
Saat di hari Ibu nya wafat dan beberapa hari setelahnya, Mi Jeong melibatkan emosi sedih dalam menjalani kehidupannya karena ia merasa sangat kehilangan ibunya. Namun setelah itu ia mulai bangkit, tidak menyerah, dan terus menjalani kehidupan baru tanpa seorang Ibu. Demikian pula dengan kita, coba lah untuk melibatkan dengan baik emosi yang dirasakan, dan perubahan apapun yang terjadi dalam kehidupan jangan membuat kita untuk menyerah dan hilang harapan. Mencobalah memanfaatkan emosi yang dirasakan untuk beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi.

Kecerdasan emosional juga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Apabila kita melibatkan kecerdasan emosi, maka keputusan yang dibuat akan lebih bijaksana, karena mempertimbangkan faktor emosional. Seperti hal nya Mi Jeong, ia memilih pekerjaan yang sekiranya ia tertarik dan mampu melakukannya. Jika tidak tertarik, Mi Jeong tidak memaksakan diri untuk memutuskan untuk menghadiri pesta kantor bersama rekan – rekan kerjanya.
Berdasarkan uraian diatas, dalam memanfaatkan emosi dan menerampilkan kecerdasan emosi dapat dilakukan dengan cara meniru orang lain bahkan karakter film atau drama sekalipun. Dapat memilih role model yang menurut kita orang atau tokoh tersebut mampu mengelola emosinya dengan baik. Dalam memilih role bisa lebih dari satu, sehingga memungkinkan untuk membuat daftar pribadi urutan seseorang dari yang baik hingga yang terbaik dalam hal kecerdasan emosi untuk kita contoh. Langkah awal dapat diterapkan setidaknya sehari untuk kemudian berlanjut menjadi kebiasaan cerdas secara emosional dalam kehidupan sehari – hari.(*)






