28.5 C
Semarang
Kamis, 14 Mei 2026

Petani Gurem Dominasi Pertanian Karanganyar




JATENGPOS.CO.IDKARANGANYAR – Petani Gurem atau petani yang memiliki lahan kurang dari seperempat hektare masih mendominasi pertanian di Karanganyar. Meski, cara pengolahan masih konvensional diharapkan pertanian Karanganyar bisa seperti petani Thailand.

Pasalnya, sebanyak 115.225 petani di Kabupaten Karanganyar masuk kategori petani gurem. Sedangkan petani usia 19-39 tahun di kabupaten ini berjumlah 17.193 orang atau hanya 13,12 persen. Dua angka tersebut hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 tahap I Kabupaten Karanganyar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar. Survei door to door 63.478 petani telah dilakukan 737 petugas sensus pada periode 1 Juni-akhir Juli 2023.

Kepala BPS Kabupaten Karanganyar, Yul Ismardani mengatakan, sensus pertanian 2023 tahap I, BPS selain mencatat data petani gurem dan angka petani usia 19-39 tahun (petani milenial) juga mencatat jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP), jumlah usaha pertanian perorangan (UTP), jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB) dan jumlah usaha pertanian lainnya (UTL). Sedangkan untuk populasi ternak sapi dan 10 komoditas pertanian terbanyak di Karanganyar.

Baca juga:  Sidang Sritex: Hotman Paris Sebut Jaksa Kacau, Bisa Rugikan Negara, Hingga Cium Aroma Kriminalisasi!

“Selama 10 tahun ini BPS menyensus 3 hal yakni, sensus penduduk, pertanian dan ekonomi. Untuk sensus pertanian minimal sekali dalam 10 tahun. Ini ketujuh kalinya sensus pertanian bertujuan kedaulatan pangan,” kata Kepala BPS Karanganyar, Yul Ismardani saat pemaparan sensus pertanian 2023 Kabupaten Karanganyar, Selasa (12/12).

Data tersebut disajikan untuk keperluan pemerintah dalam menyusun kebijakan ketahanan pangan. Data tersebut memuat struktur pertanian sampai level terendah. Termasuk potensi perekonomian dari usaha bercocok tanam.

“Pencatatan sampai ke subsektor tanaman pangan, hortikultur, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan jasa kehutanan,” ujarnya.

Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan, data sensus pertanian akan dimanfaatkannya mengembangkan pertanian di wilayahnya. Karanganyar yang memiliki pendapatan terbanyak dari sektor industri pertanian dan pariwisata membutuhkan parameter pasti. Mengenai pertanian, ia menyadari masih banyak dilakukan secara konvensional. Meski demikian, ia berharap dapat maju seperti Thailand.

Baca juga:  BAPPENAS Perkuat Kolaborasi dengan UNS untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

“Thailand pertaniannya masih konvensional namun bisa berhasil dan bagus mengembangkan produk dan pemasaran. Harapannya di Karanganyar bisa sama,” tandasnya. (yas).




TERKINI




Rekomendasi

...