25 C
Semarang
Minggu, 1 Maret 2026

Polokarto Tumoto Expo, Ajang Unjuk Produk Lokal 100 Persen

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo terus unjuk produk UMKM lokal. Baik itu berupa hasil bumi, kerajinan hingga makanan olahan sebagai upaya peningkatan perekonomian ketahanan pangan masyarakat.

Sebut saja batik tulis khas yang terkenal di kota Solo berasal dari desa Wonorejo. Juga gempol pleret minuman khas juga berasal dari desa Karangwuni. Untuk produk hasil buah ada jambu air khas desa Pranan dan alpukat super desa Polokarto.

Polokarto Tumoto Expo menjadi event unggulan yang rutin digelar tiap tahun yang memberi ruang UMKM lokal dari 17 desa di kecamatan Polokarto, yang menampilkan produk unggulan masing-masing desa untuk mendorong ketahanan pangan produk peternakan dan pertanian.

Polokarto Tumoto Expo 2025 resmi dibuka oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, digelar selama tiga hari, Selasa – Kamis (28-30/10), di halaman Kantor Kecamatan Polokarto Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani memberi apresiasi tinggi pada event Polokarto Tumoto Expo yang menyajikan produk unggulan khas.

“Melalui expo ini, produk lokal diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Pemerintah daerah, akan terus memberikan dukungan agar UMKM kita mampu bersaing secara sehat dan berkelanjutan,” ungkap Bupati.

Baca juga:  Anggota Fraksi PKB Rangkul Petani Millenial Budidaya Bawang Merah

Disebutkan, produk unggulan masing-masing desa yakni desa Pranan jambu, desa Bugel rengginang, desa Karangwuni gempol pleret, desa Polokarto alpukat, desa Ngombakan lenjongan, desa Bakalan telur asin, desa Mranggen olahan cheetos tahu, desa Godog bakpia, desa Wonorejo batik khas, desa Kenokorejo beras merah, desa Bulu kripik podung, desa Jatisobo kripik sayur, desa Kayuapak olahan sabut kelapa, desa Rejosari ingkung ayam koper, desa Tepisari telur ayam, desa Genengsari rengginang singkong, dan desa Kemasan stik labu.

“Tumoto expo ini agenda tahunan ajang pamer dan promosi produk UMKM khas kecamatan Polokarto. Kita buat UMKM lebih percaya diri untuk maju dan berkembang karena produk kita tidak kalah dengan daerah lain,” kata Ketua Panitia, Rini Wahyuni, Selasa (28/10).

Rini yang juga Direktur BUMDesma (badan usaha milik desa bersama) Polokarto menambahkan Tumoto Expo tahun ini mematok target Rp 350 juta. Optimis naik dari perolehan tahun lalu 300 juta karena memperluas jangkauan promosi, juga ada kunjungan studi tiru oleh PKK dari Kabupaten Sragen.

Baca juga:  Naik Kereta Lokal Wajib Tunjukkan STRP, Begini Aturannya

Panitia juga membagikan voucher pada masyarakat yang merupakan keuntungan dari BUMDesma yang dikembalikan pada masyarakat Polokarto.

Juga diserahkan bansos dari surplus BUMDesma LKD Polokarto Tumoto Tahun 2025 pada masyarakat yakni RTLH, plesterisasi dan jambanisasi, bantuan ternah kambong dan lele, juga perlengkapan salon.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata dari keberhasilan pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel, serta sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Hery Mulyadi, Camat Polokarto, menambahkan Polokarto Tumoto Expo ini akan dipertahankan terus dengan inovasi-inovasi untuk lebih meningkatkan UMKM khas lokal.

“Jadi bukan sekadar expo atau Bazaar produk UMKM saja, kita juga menggerakkan perekonomian warga, menumbuhkan semangat berwirausaha, ajang kreasi dan berbagi informasi bisnis bersama. Ada juga lomba mewarnai dan seni lainnya, termasuk penampilan OM Lorenzo, Ini pesta ekonomi warga Polokarto,” kata Hery. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...