29 C
Semarang
Minggu, 25 Januari 2026

Pesantren Didorong Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi

JATENGPOS. CO. ID, KENDAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, pondok pesantren punya peran strategis untuk menjadi penggerak kemandirian ekonomi di daerahnya masing-masing.

Selain belajar ilmu agama, para santri di pondok pesantren didorong bisa belajar wirausaha, sehingga mampu mengembangkan perekonomian pesantren.

“Santri jangan hanya mengajarkan ilmu, akan tetapi juga harus memberikan suri tauladan bagaimana mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan di lingkungan pondok pesantren,” tutur Taj Yasin saat acara Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Kendal, pada Minggu, 25 Januari 2026.

Menurut dia, pesantren kini memiliki peran strategis. Bukan hanya sebagai pusat ilmu agama, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan) kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

Baca juga:  Sempat 'Terganjal' di DPC PPP, Pimpinan DPRD Kabupaten Semarang Akhirnya Komplit

Taj Yasin menegaskan perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada di level yang sangat baik, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga memberikan tali asih (bisyaroh) kepada para santri penghafal Al-Qur’an di pondok pesantren tersebut.

Selain itu meresmikan Gedung SMA Manba’ul Hikmah sebagai bentuk dukungan terhadap integrasi pendidikan agama dan umum.

Santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Wafiq Salma mengaku, merasa mendapatkan perhatian nyata melalui program Bisyarah dari Pemprov Jateng.

Wafiq, yang juga merupakan mahasiswi di Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK), menjadi salah satu penerima program Bisyarah (tali asih) bagi penghafal Al-Qur’an dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga:  Komunitas Juang Kabupaten Semarang Bagikan 1.500 Takjil dan Makanan

Baginya, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bentuk pengakuan nyata atas perjuangannya menjaga ayat-ayat suci.

“Alhamdulillah, untuk kali ini tahfidz di Jawa Tengah benar-benar diapresiasi,” ucap Wafiq.

Ia akan menggunakan bantuan ini untuk sesuatu yang bermanfaat serta menaruh harapan besar agar program tersebut terus berlanjut di masa depan.

Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi para santri untuk tetap istiqomah menghafalkan Al-Qur’an.

“Harapannya ke depan bantuan ini sebaiknya diteruskan untuk memotivasi menghafal Al-Quran,” ujarnya. (ucl)



TERKINI

Rekomendasi

...