JATENGPOS.CO.ID, PATI – Karnaval Budaya Festival Adhi Loka dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 berlangsung meriah di Alun-Alun Pati, Sabtu (8/8) malam.
Sebanyak 21 kecamatan menampilkan beragam Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menggambarkan kekayaan budaya dan potensi daerah masing-masing.
Festival yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Selain 21 kontingen kecamatan, kegiatan juga diikuti tiga kontingen penggembira, yakni Forum Kumpulan Kepala Sekolah (FKKS) SMA, FKKS SMK, dan komunitas seni Kethek Seprapat.
Chandra mengatakan, antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Pati untuk menjadikan festival budaya sebagai agenda tahunan.
“Festival Adhi Loka Pati tahun 2026 terselenggara dengan lancar, masyarakat antusiasmenya luar biasa, di luar ekspektasi. Karnaval budaya akan kita selenggarakan jadi agenda tahunan biar anak-anak bisa tampil di depan umum,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemajuan kebudayaan juga harus berjalan selaras agar menjadi bagian dari identitas dan kekuatan pembangunan Kabupaten Pati.
“Pembangunan di Kabupaten Pati harus berjalan selaras antara pembangunan fisik dan pembangunan kebudayaan, di mana kebudayaan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pembangunan menuju Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.
Para peserta festival didominasi pelajar SMP dari masing-masing kecamatan. Mereka tampil dengan berbagai konsep seni dan budaya lokal secara kreatif dan ekspresif.
Chandra menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlangsungan budaya daerah.
“Mereka merasa ceria, bisa berekspresi dengan budaya-budaya asli Pati. Ke depannya akan kita meriahkan lagi dan kita support sehingga menjadi agenda tahunan Kabupaten Pati,” ungkapnya.
Ia berharap Festival Adhi Loka tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda.
“Jadikan karnaval ini sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda. Budaya harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat,” tegasnya.
Pati sendiri telah memiliki enam karya budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Dua di antaranya, yakni Gongcik dan Kethoprak, ditetapkan pada 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Chandra.
Dalam festival tersebut, kontingen Kecamatan Tayu berhasil meraih Juara 1. Juara 2 diraih Kecamatan Pati, sedangkan Kecamatan Juwana menempati Juara 3.
Kontingen Tayu mengusung tema “Laut Memberi, Nelayan Mengabdi” dengan menampilkan sendratari bernuansa pesisir yang menggambarkan kehidupan masyarakat nelayan Kabupaten Pati.
Sementara itu, Kecamatan Pati menampilkan sendratari tentang asal-usul Nasi Gandul melalui tema “Gandhuling Roso”. Adapun Kecamatan Juwana mengangkat kekayaan unggulan daerah berupa Batik Bakaran dengan tema “Pesona Batik Bakaran”.
Salah satu juri, Sugeng Riyadi, mengatakan penetapan juara dilakukan berdasarkan hasil penilaian dewan juri.
“Juara 3 Kecamatan Juwana, Juara 2 Kecamatan Pati, dan Juara 1 Kecamatan Tayu,” tegasnya.
Para juara dijadwalkan menerima hadiah pada 18 Agustus 2026 mendatang.
Kemeriahan Festival Adhi Loka mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga, Lavare, mengaku kagum dengan konsep dan totalitas penampilan masing-masing kontingen.
“Konsep sangatlah keren, di mana setiap kecamatan menunjukkan kreativitasnya masing-masing. Saya kagum dengan antusiasme setiap kecamatan yang menampilkan sesuai tema yang berbeda,” tuturnya.
Ia berharap festival serupa dapat digelar secara rutin karena selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberikan hiburan bagi masyarakat.
“Harapan saya acara karnaval seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin. Selain nguri-uri budaya juga sebagai hiburan masyarakat Pati,” pungkasnya.
Festival Adhi Loka juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan potensi wisata daerah. Pemerintah Kabupaten Pati berharap sektor budaya, pariwisata, dan UMKM dapat berkembang secara beriringan.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda beserta istri, Pj Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala perangkat daerah, para camat, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, serta masyarakat.(Ida/rit)






