29 C
Semarang
Selasa, 24 Februari 2026

Ajak Warga Peduli Kelola Sampah, Bupati Semarang Sapu Alun-Alun Lama

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Peringatan Hari Peduli Sampah (HPSN) 2026 di Kabupaten Semarang diwarnai aksi bersih-bersih ruang terbuka hijau. Bupati H Ngesti Nugraha dan Sekda Valeanto Sukendro bersama warga ikut serta langsung membersihkan sampah di Taman Kanjengan Alun-Alun Lama Kelurahan Ungaran, Selasa (24/2) pagi.

Hadir pula para pimpinan OPD bersama staf serta perwakilan TNI, Polri dan dunia usaha.

Saat apel sebelum aksi bersih-bersih dimulai, Bupati mengingatkan pentingnya kepedulian warga untuk mengelola sampah sejak dari lingkungan sekitar tempat tinggal.

Dia mengajak untuk berkomitmen mendorong paradigma baru menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan berbasis prinsip reduce, reuse dan recycle.

“Serta ekonomi sirkular (yakni) penekanan yang kuat pada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya,” katanya di hadapan dua ratusan peserta apel HPSN.

Pada tahun 2026 ini, tema peringatan HPSN adalah “Kolaborasi untuk Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”.

Menurut Bupati tema ini sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Semarang. Yakni mengelola sampah dengan melibatkan masyarakat dan sinergi lintas sektoral.

Baca juga:  Perhatikan Tumbuh dan Berkembang Anak Dengan Kasih Sayang

Karenanya melalui gerakan bersih sampah serentak, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari rumah tangga, satuan pendidikan, pelaku usaha,
komunitas, hingga aparatur pemerintah untuk sama-sama bertahggung jawab mengelola sampah.

“Dimulai dari langkah sederhana memilah sampah di rumah, mengurangi sampah plastik sekali pakai dan memanfaatkan kembali sampah yang masih bernilai guna,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sri Utami Soewitodihardjo melaporkan gerakan bersih sampah kali ini diikuti sekitar 200 orang. Selain warga, ikut terlibat ga ASN, anggota TNI, Polri serta perwakilan pihak swasta dan dunia usaha.

“Acara digelar bertujuan mendukung Gerakan Indonesia Aman Sehat Resik dan Indah. Sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat mengelola sampah,” terangnya.

Sementara, Pemprov Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengakselerasi pengelolaan sampah lewat gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) guna menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Kemeriahan Rangkaian OKMABA Mahasiswa Baru Universitas Ngudi Waluyo

“Sampah di Jateng hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kabupaten Batang, Selasa (24/2).

Hal tersebut disampaikan saat pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah), melalui aksi bersama bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa persoalan sampah di Jateng sudah masuk kategori darurat sehingga membutuhkan langkah konkret.

Ia mengingatkan Presiden telah menargetkan Indonesia menuju “zero waste” pada 2029 sehingga Gerakan Jateng ASRI harus menjadi gerakan nyata. Karena itu, Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya.

“Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat,” tandasnya. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...