PGN Dukung Transformasi Green Hospital RSUP dr. Sardjito

Lewat Pemanfaatan Gas Bumi Rendah Emisi


JATENGPOS.CO.ID, YOGYAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas pemanfaatan gas bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pemasangan instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito, Sleman. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan konsep Green Hospital sekaligus mendukung layanan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta mengatakan, rumah sakit merupakan fasilitas publik vital yang membutuhkan pasokan energi andal selama 24 jam. Karena itu, pemanfaatan gas bumi dinilai mampu mendukung operasional rumah sakit secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Rumah sakit merupakan layanan publik vital yang membutuhkan dukungan energi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito menjadi bagian dari upaya bersama mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya usai meresmikan operasional instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.

Menurut Hery, pembangunan infrastruktur gas bumi tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan keberlanjutan energi domestik. PGN sebagai Subholding Gas Pertamina terus menjalankan peran melalui empat pilar utama, yakni Availability, Accessibility, Affordability, dan Acceptability.


Baca juga:  Astra Siagakan 1.692 Mekanik dan 297 Bengkel Siaga

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PGN. Kami berharap pemanfaatan gas bumi ini dapat mendukung efisiensi operasional rumah sakit sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih rendah emisi,” katanya.

Hery menjelaskan, gas bumi yang disalurkan PGN mayoritas berasal dari produksi dalam negeri sehingga membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Selain itu, pemanfaatan gas bumi juga mendukung optimalisasi sumber daya energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Ia menambahkan, penggunaan gas bumi memiliki emisi lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak. Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan target pengurangan emisi di sektor pelayanan publik.

General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto menjelaskan, proses pemasangan instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito berlangsung sekitar delapan bulan. Infrastruktur tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional boiler dan dapur rumah sakit.

“Pemanfaatannya diperkirakan mencapai sekitar 30.000 meter kubik gas per bulan. Dengan pembakaran yang lebih efisien dan pasokan yang stabil, kami berharap pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito dapat terus berkembang,” ujarnya.

Baca juga:  Kokola Sambangi Jateng Pos

Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Sardjito, dr. Riat El Khair mengatakan, penggunaan gas bumi menjadi bagian dari upaya rumah sakit mengurangi konsumsi bahan bakar minyak jenis solar secara bertahap. Langkah tersebut juga mendukung pengembangan Green Hospital yang tengah dijalankan rumah sakit.

“Selama ini penggunaan solar cukup besar, baik untuk boiler maupun kebutuhan dapur gizi. Dengan adanya gas bumi, kami berharap operasional rumah sakit menjadi lebih efisien dan mendukung pengembangan Green Hospital,” katanya.

Riat menjelaskan, kebutuhan energi RSUP dr. Sardjito sangat besar karena rumah sakit memiliki kapasitas hampir 1.000 tempat tidur. Aktivitas layanan kesehatan yang berlangsung tanpa henti setiap hari membutuhkan dukungan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.

Ke depan, PGN berharap pemanfaatan gas bumi di sektor layanan publik, termasuk rumah sakit, dapat semakin luas. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung transisi energi nasional, meningkatkan efisiensi operasional fasilitas publik, serta mendorong pembangunan rendah emisi yang berkelanjutan.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...

BRImo Festival Hadir di Queen City Mall...

Dirut PLN Kembali Jadi CEO Of The...

Semarang Agro Expo 2024 Siap Digelar