JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA- PLN melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga melakukan koordinasi pengamanan jarak bebas tegangan jaringan listrik atau Right of Ways (ROW) pada lokasi pekerjaan pihak lain. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan kelistrikan, khususnya menjelang Ramadan.
Koordinasi dilakukan pada Rabu (11/2/2026) terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang berada di bentang (span) 21–22 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sragen–Ngawi. Kegiatan ini melibatkan PLN ULTG Surakarta, kontraktor pembangunan, serta pihak terkait guna memastikan proyek tetap memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan.
Langkah tersebut dilakukan setelah evaluasi teknis terhadap kondisi eksisting di lokasi pembangunan yang berada di bawah jalur transmisi. Berdasarkan pengukuran di lapangan, tinggi konduktor tercatat 14,5 meter, sementara rencana tinggi bangunan mencapai 8,5 meter dengan penggunaan crane setinggi 10 meter dalam proses konstruksi.
Saat ini arus listrik yang mengalir pada konduktor tercatat sekitar 50 ampere dari kapasitas maksimal 600 ampere. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi PLN untuk melakukan kajian teknis guna memastikan aktivitas pembangunan tidak menimbulkan potensi gangguan pada sistem transmisi.
Mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2025, jarak aman minimum antara bangunan dan jaringan transmisi ditetapkan 5 meter. Namun dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tambahan serta kondisi operasional jaringan, PLN menerapkan safety factor sehingga jarak aman yang digunakan menjadi 7 meter.
Dari hasil analisis tersebut, terdapat potensi risiko gangguan apabila pembangunan tetap menggunakan desain awal. Karena itu PLN bersama pihak kontraktor melakukan pembahasan teknis untuk mencari solusi yang tetap mendukung kelancaran pembangunan sekaligus menjaga keamanan sistem transmisi.
Sebagai hasil koordinasi, PLN dan kontraktor sepakat melakukan penyesuaian desain bangunan, khususnya pada bagian atap. Desain awal dengan ketinggian sekitar 8,5 meter diubah menjadi 5 meter sehingga jarak aman antara bangunan dan konduktor meningkat menjadi 9,5 meter.
Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge menjelaskan, koordinasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif PLN untuk menjaga keandalan jaringan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja konstruksi.
“Setiap aktivitas pembangunan yang berada di sekitar jalur transmisi perlu memperhatikan ketentuan jarak bebas tegangan atau ROW. Melalui evaluasi teknis yang kami lakukan, penyesuaian desain bangunan menjadi langkah paling aman agar jarak antara konduktor dan bangunan tetap memenuhi standar keselamatan serta tidak menimbulkan potensi gangguan pada sistem transmisi,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan tanpa mengabaikan aspek keselamatan kelistrikan.
“Dengan komunikasi yang baik antara PLN dan kontraktor, solusi teknis dapat ditemukan secara cepat dan tepat. Hal ini memastikan pekerjaan konstruksi tetap berjalan, sementara keandalan sistem transmisi juga tetap terjaga,” tambahnya.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady menegaskan, PLN terus mengedepankan langkah proaktif dalam menjaga keandalan infrastruktur kelistrikan sekaligus mendukung pembangunan di berbagai daerah.
“PLN memiliki tanggung jawab untuk memastikan sistem transmisi tetap beroperasi secara andal dan aman. Di sisi lain kami juga mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga pendekatan kolaboratif dan solusi berbasis keselamatan menjadi prinsip utama dalam pengelolaan ruang di sekitar jaringan listrik,” ujarnya.
Handy menambahkan, kepemimpinan dalam pengelolaan sistem kelistrikan tidak hanya berfokus pada operasional jaringan, tetapi juga pada kemampuan membangun sinergi dengan berbagai pihak.
“Kami mendorong seluruh unit untuk selalu mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis keselamatan. Dengan demikian pembangunan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui koordinasi pengamanan ROW tersebut, PLN UIT JBT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan dan keandalan sistem transmisi. PLN juga memastikan setiap aktivitas pembangunan di sekitar jaringan listrik tetap memenuhi standar teknis serta regulasi yang berlaku.(aln)









