JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Intensitas hujan ekstrem yang melanda Kota Surakarta sejak Selasa (14/4) sore mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah strategis. Menanggapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota Surakarta bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan seluruh kekuatan untuk memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan logistik di titik-titik pengungsian.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi terdampak di Kecamatan Laweyan pada Rabu (15/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Respati langsung menyambangi tempat pengungsian sementara di RT 03 RW 05 Kelurahan Bumi guna meninjau kondisi warga.
“Fokus utama dini hari ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Saya sudah meminta BPBD dan Dinas Sosial untuk segera mendistribusikan makanan, obat-obatan, selimut, hingga tikar,” ujar Respati. Ia juga menekankan prioritas evakuasi bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Sejalan dengan langkah Pemerintah Kota, PMI Surakarta turut mengerahkan bantuan ke delapan kelurahan terdampak, yakni Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan.
Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 715 Kepala Keluarga (KK) terdampak dengan 109 jiwa mengungsi.
Ketua PMI Solo, Sumartono Hadinoto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan unit ambulans, tim medis, serta empat armada tangki air bersih.
“Kami mengerahkan seluruh potensi relawan, termasuk anggota SIBAT. Fokus kami adalah pemenuhan akses air bersih, makanan siap saji, dan menjaga kondisi kesehatan masyarakat guna mengantisipasi penyakit pascabanjir,” jelas Sumartono.
Selain koordinasi internal antara BPBD, Dinas Sosial, dan PMI, Wali Kota Respati Ardi juga mengajak solidaritas dari berbagai yayasan serta komunitas sosial untuk bahu-membahu dalam penyaluran bantuan. Respati memastikan penanganan banjir di seluruh wilayah Surakarta akan dilakukan secara simultan dan komprehensif agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. (dea/rit)















