JATENGPOS.CO.OD, KUDUS – Seorang pendaki yang merupakan mahasiswi, dilaporkan terpisah dari rombongannya dan tersesat di jalur Puncak Argopiloso lereng Gunung Muria. Setelah dilakukan upaya pencarian, akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat oleh warga Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, Sabtu (25/4) malam.
Diketahui, identitas pendaki yang sempat hilang tersebut adalah Mutiara Dea Jelita (21), warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kudus. Ia merupakan bagian dari rombongan delapan orang pelajar dan mahasiswa, yang melakukan pendakian ke puncak Argopiloso pagi harinya.
Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rombongan mulai mendaki sekitar pukul 08.00 WIB dan mencapai puncak pada tengah hari. Petaka dimulai saat perjalanan turun sekitar pukul 13.30 WIB.
‘’Rombongan dibagi menjadi dua tim yang masing-masing berisi empat orang. Di tengah perjalanan, tim pertama terpecah karena faktor kelelahan. Korban (Mutiara) tertinggal sendirian, hingga akhirnya salah mengambil jalur di sebuah persimpangan,’’ terang Sigit.
Sadar salah satu rekan mereka tidak ada di posisinya, anggota rombongan lain segera turun ke pemukiman untuk meminta bantuan warga Desa Japan. Menanggapi laporan tersebut, tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Japan langsung bergerak melakukan penyisiran ke area hutan.
Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang warga bernama Komeng mendengar teriakan minta tolong dari arah semak-semak. “Setelah dilakukan komunikasi menggunakan kode lampu senter, posisi korban berhasil dipastikan. Korban ditemukan dalam kondisi lemas namun selamat,” tambahnya.
Mutiara kemudian dievakuasi ke rumah Kepala Desa Japan, untuk mendapatkan perawatan medis ringan dan pemulihan trauma sebelum akhirnya dipertemukan kembali dengan rekan-rekannya yakni Septa Syabana, Ratu Airin, Maulida Niken, Rike Fitria, Dina Khoiriyah, Arida Naela, dan Chika Ayu.
Sekitar pukul 22.00 WIB, seluruh rombongan dipastikan dalam kondisi sehat dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Pihak pemerintah desa mengimbau para pendaki untuk selalu menjaga kekompakan tim dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah menurun, terutama saat cuaca mulai gelap.
‘’Kami mengimbau agar rombongan pendaki saling menjaga kekompakan tim, dan tidak memaksakan diri naik maupun turun puncak dalam kondisi tubuh kurang fit,’’ pungkasnya. (han/rit)















