JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyiapkan gagasan baru untuk memperkuat rantai pasok ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kudus. Ide itu adalah menjadikan Pasar Saerah sebagai Toko Rakyat Serba Ada (Tora Sera), sehingga dapat menyuplai kebutuhan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Kretek.
Rencana strategis tersebut, merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan aset daerah dan swasta demi kesejahteraan pedagang kecil. Menyusul Pasar Saerah, yang berlokasi di Jalan R. AKBP Agil Kusumadya, memiliki letak strategis untuk menjadi hub distribusi berbagai komoditas pokok.
‘’Nanti kita buat Pasar Saerah sebagai tempat grosirnya Koperasi Desa Merah Putih, jadi Tora Sera,” ujar Sam’ani saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, baru-baru ini.
Untuk itu, Sam’ani mengajak para pedagang untuk mulai bersiap menangkap peluang ini. Skema Tora Sera dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi karena pasar ini akan menjadi pemasok utama bagi jaringan koperasi di tingkat desa. Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari sayur-mayur hingga bahan pokok penting lainnya.
Langkah ini juga menjadi solusi atas ‘mangkraknya’ Pasar Saerah pasca gagalnya relokasi pedagang sayur malam dari Pasar Bitingan pada awal 2026 lalu. Kapasitas pasar yang mampu menampung 545 pedagang, terdiri dari 108 kios dan 437 los tersebut saat ini masih terpantau sepi aktivitas.
Meskipun optimis, Bupati mengaku masih mematangkan konsep dan belum bisa memastikan tanggal pasti realisasinya. ’’Intinya, kita ingin memperkuat rantai pasok koperasi dan membantu pedagang kecil naik kelas,’’ tambahnya.
Di sisi lain, pihak pengelola Pasar Saerah menyambut kabar ini dengan hati-hati. Pengelola Pasar Saerah, Rismanto, mengaku hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten terkait rencana alih fungsi menjadi Tora Sera.
“Kami belum dapat info terkait itu, nanti kita cross check dulu kebenarannya,” ucap Rismanto singkat saat dikonfirmasi.
Jika rencana ini berjalan mulus, Tora Sera diprediksi akan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi perdesaan di Kudus. Sekaligus menghidupkan kembali denyut nadi perdagangan di kawasan Agil Kusumadya yang sempat meredup. (han/rit)















