JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki, di area persawahan desa setempat, Kamis (7/5) pagi. Belakangan diketahui jasad Ngadiono alias Ngadiman (75), seorang petani asal Dukuh Ngelo, RT 04/RW 02, Desa Karangrowo. Sebelumnya, dilaporkan hilang sejak Rabu (6/5) sore.
Kapolres Kudus AKPB Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Undaan, AKP Uji Andi, mengonfirmasi penemuan tersebut. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB oleh tim gabungan, dan warga yang melakukan penyisiran sejak pagi hari.
‘’Korban ditemukan di areal persawahan milik anaknya dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sebelumnya, keluarga dan warga dibantu aparat serta BPBD telah melakukan pencarian sejak Rabu malam,” ujar AKP Uji Andi.
Dijelaskan, peristiwa bermula pada Rabu (6/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Salah seorang saksi, Siran (60), mengaku sempat menyapa korban yang sedang berada di sawah. Saat itu, Ngadiono pamit hendak mencabut bibit padi untuk ditanam di sawah milik anaknya.
Namun, lanjut Uji, hingga pukul 17.30 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah. Merasa khawatir, anak korban, Sumiri (50), meminta bantuan warga dan pihak kepolisian untuk mencari keberadaan ayahnya.
‘’Pencarian sempat terkendala waktu hingga tengah malam, di mana petugas hanya menemukan sepeda ontel milik korban di sekitar lokasi,’’ tuturnya.
Masih kata Uji, pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Kamis pagi pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan Forkopincam Undaan, BPBD Kabupaten Kudus, dan warga. Satu jam berselang, jenazah Ngadiono ditemukan sudah tidak bernyawa.
Usai dievakuasi ke rumah duka, Tim Inafis Polres Kudus bersama Bidan Desa dan Tim Medis Puskesmas Undaan yang dipimpin oleh dr. Trias Farida Sukowati langsung melakukan pemeriksaan luar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum ditemukan. Petugas menemukan luka lecet pada tubuh korban yang diduga akibat paparan panas matahari di area persawahan dalam waktu lama.
“Kondisi jenazah sudah kaku saat ditemukan. Namun, hasil pemeriksaan medis menegaskan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,” jelas Uji.
Pihaknya menegaskan, pihak keluarga menyatakan bahwa korban selama ini dalam kondisi sehat, dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Diduga, faktor usia yang sudah lanjut menjadi penyebab korban kelelahan saat beraktivitas di sawah.
‘’Usai pemeriksaan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak,’’ tutupnya. (han/rit)






