JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana terputusnya jembatan di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jumat (22/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wibowo juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan bantuan pembangunan jembatan darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merupakan aspirasi yang diperjuangkannya guna membantu percepatan penanganan dampak bencana.
Jembatan yang putus merupakan akses utama penghubung Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko di Desa Plosogaden. Berdasarkan data penanganan bencana, kerusakan dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama hingga menyebabkan longsor di area Jembatan Kali Jaran pada Sabtu (16/5/2026) petang. Kondisi tersebut mengakibatkan sekitar 161 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa terdampak dan mengalami gangguan akses mobilitas.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas masyarakat sempat terganggu, mulai dari mobilitas warga, kegiatan ekonomi, hingga akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari yang selama ini mengandalkan jalur penghubung tersebut.
Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Purworejo, Wibowo menilai percepatan penanganan menjadi kebutuhan mendesak karena jembatan tersebut merupakan jalur vital masyarakat.
Melalui koordinasi dan pengawalan yang dilakukan, BNPB kemudian memberikan bantuan penanganan darurat berupa pembangunan jembatan bailey atau jembatan sementara yang merupakan aspirasi yang diperjuangkan Wibowo agar konektivitas warga dapat segera dipulihkan.
“Terima kasih atas perhatian dan respons cepat Kepala BNPB Bapak Jenderal Suharyanto yang telah memberikan bantuan penanganan bencana terputusnya jembatan yang menjadi akses utama, akses satu-satunya warga desa,” kata Wibowo.
Menurutnya, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat ketika terjadi bencana. Karena itu, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait menjadi penting agar penanganan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto, Kepala Desa Plosogaden, Kadus Banjaran dan Desa Sinongko.
Totok menjelaskan bahwa sejak awal kejadian pemerintah daerah langsung bergerak melakukan asesmen lapangan, pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan.
“Sejak kejadian kami langsung melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan BNPB agar akses masyarakat dapat segera kembali normal,” ujar Totok.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak bencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, penanganan cepat sangat penting karena jembatan yang terputus merupakan akses vital yang menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BNPB atas perhatian dan respons cepat dalam membantu penanganan bencana di Kabupaten Temanggung. Bantuan pembangunan jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat sehingga akses warga dapat segera kembali terbuka,” kata Agus.
Agus juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan dan pengawalan yang dilakukan Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo sehingga proses penanganan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera tertangani.
Wibowo menambahkan bahwa fungsi pengawasan DPR RI tidak hanya memastikan bantuan pemerintah berjalan dengan baik, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dan penanganan secara cepat.
Ia berharap pembangunan jembatan sementara dapat menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan infrastruktur yang lebih permanen sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.













