JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kontraksi ekonomi, yang dipicu oleh kondisi global hingga nasional. Menurutnya, situasi ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar dolar, hingga kebijakan nasional seperti penyesuaian harga BBM dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi di daerah.
Hal tersebut disampaikan Sam’ani, saat ‘jagong’ bareng wartawan, di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (21/5). Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan langkah antisipasi kontraksi ekonomi di Kabupaten Kudus. Ia menilai, dampak yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah melemahnya daya beli, kenaikan harga barang, inflasi, hingga potensi kelangkaan sejumlah komoditas penting.
‘’Kontraksi ekonomi ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dampak global, ekonomi dunia, hingga kebijakan nasional yang berimbas ke daerah,’’ ujar Sam’ani.
Lanjut Sam’ani, guna menghadapi situasi sulit tersebut, dia mengajak masyarakat memperkuat kemandirian ekonomi melalui berbagai langkah sederhana namun berdampak besar. Beberapa langkah taktis yang disarankan antara lain mengutamakan belanja di warung tetangga.
Selain itu, membeli produk buatan pelaku usaha mikro sekitar, menerapkan pola konsumsi yang selektif dan tidak berlebihan. Lalu menggunakan kemasan hemat dan efisien untuk produk usaha. Serta Memanfaatkan lahan pekarangan rumah, untuk menanam kebutuhan sehari-hari. Termasuk menekankan pentingnya aspek sosial dalam menghadapi tantangan ini.
‘’Kalau ekonomi sedang tidak baik-baik saja, maka yang harus diperkuat adalah gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,’’ tegasnya.
Di sisi lain, Pemkab Kudus berkomitmen penuh untuk menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Pemkab telah menyiapkan sejumlah program stimulus bagi roda ekonomi daerah, meliputi kemudahan proses perizinan usaha, fasilitasi dukungan modal usaha, pelatihan berkala bagi pelaku usaha dan pembangunan infrastruktur umum seperti jalan, air, irigasi, dan LPJU.
‘’Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan ekonomi ke depan. Maka kami mengajak seluruh warga Kudus untuk tetap optimistis dan menjaga semangat kebersamaan,’’ pungkasnya. (han/rit)













