GM Ahmad Solela Bawa The Wujil Perkuat Transformasi Digital dan Pengalaman Holistik


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Industri hospitality terus mengalami perubahan signifikan seiring perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku wisatawan.

Menjawab tantangan tersebut, General Manager The Wujil Resort & Conventions, Ahmad Solela, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan transformasi layanan berbasis teknologi tanpa meninggalkan esensi utama hospitality, yakni sentuhan manusia.

Lahir dan besar di Cianjur, Ahmad Solela memulai perjalanan kariernya di industri perhotelan lebih dari dua dekade lalu di Batam.

Ia mengawali karier dari posisi entry level dan mengabdikan lebih dari 22 tahun bersama Tauzia Hotel Management yang kini menjadi bagian dari The Ascott Limited.


Selama perjalanan kariernya, Ahmad mendalami berbagai aspek operasional perhotelan, mulai dari rooms division, food & beverage, hingga revenue management.

Pengalaman panjang tersebut mengantarkannya dipercaya memimpin The Wujil Resort & Conventions sejak tahun 2018 sebagai General Manager.

Di bawah kepemimpinannya, The Wujil terus konsisten menghadirkan pelayanan terbaik dan pengalaman menginap yang berkesan bagi para tamu. Berbagai penghargaan berhasil diraih, di antaranya Traveloka Exceptional Guest Experience dan Tripadvisor Travelers’ Choice Awards.

Baca juga:  Bantu Masyarakat, Dinlutkan Lakukan Pembibitan Ikan Lele dan Nila

Menurut Ahmad Solela, teknologi di era digital bukan lagi sekadar alat bantu maupun tren sesaat, melainkan disrupsi fundamental yang mengubah cara industri hospitality beroperasi, memasarkan layanan, hingga melayani pelanggan.

“Reputasi digital kini menjadi mata uang utama dalam industri hospitality. Selain itu, personalisasi layanan berbasis data menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan pengalaman tamu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi bertujuan untuk mengambil alih tugas-tugas administratif dan transaksional sehingga staf hotel dapat lebih fokus membangun interaksi emosional yang bermakna dengan tamu.

“Layanan bisa diotomatisasi, tetapi keramahan sejati atau true hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia,” tambahnya.

Berada di wilayah Kabupaten Semarang, The Wujil menghadapi persaingan dengan hotel-hotel bisnis di pusat Kota Semarang maupun resor-resor di kawasan wisata Bandungan.

Baca juga:  Warga Miskin Terdampak Covid-19 di Kabupaten Demak Mendapat Bansos

Untuk itu, The Wujil mengusung konsep “Holistic Experience” yang menggabungkan suasana alam, rekreasi keluarga, dan kebutuhan bisnis dalam satu destinasi terpadu.

Strategi tersebut diwujudkan melalui hibridisasi segmen pasar dengan menggabungkan kebutuhan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan family leisure.

Tidak hanya mengandalkan pendapatan kamar dan makanan-minuman, The Wujil juga terus mengembangkan potensi pendapatan dari sektor non-room dan non-F&B.

“Tamu saat ini tidak sekadar membeli kamar, tetapi juga membeli konten, kenangan, dan kenyamanan dalam satu tempat yang sama,” jelas Ahmad.

Dalam semangat motto hidup “Be The People of Tomorrow”, ahmad Solela berharap kehadirannya tidak hanya berorientasi pada profit bisnis semata, tetapi juga menjadi wadah kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Mulai dari mempromosikan potensi daerah, meningkatkan kesejahteraan warga, hingga menyediakan ruang rekreasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat dengan dukungan pemerintah daerah. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...