Grebeg Besar Karaton Surakarta Warga Ngalap Berkah Rebutan Gunungan Estri dan Jaler


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Karaton Surakarta kembali menggelar Grebeg Besar Idul Adha 2026, dengan sejumlah prosesi, kirab dua Gunungan dan berbagi nasi berkat dalam jodhang, Kamis (28/05).

Prosesi Grebeg diawali dengan melepas kirab dari depan Sasono Handrawina Karaton Surakarta oleh PB XIV Hangabehi yang didampingi kerabat dan pengageng Keraton Surakarta, pukul 10.00 wib.

Dilanjutkan kirab menuju Masjid Agung yang diawali pasukan drumband, pembawa Gunungan Estri dan Gunungan Jaler, pembawa jodhang yang berisi nasi berkat, pembawa gamelan, prajurit dan Abdi dalem.

Prosesi cukup khidmat hingga sampai di Masjid Agung mereka melakukan doa bersama, yang kemudian dua Gunungan diperebutkan masyarakat. Aksi rebutan yang disebut ngalap berkah tersebut berjalan tertib dengan penjagaan yang ketat.


Baca juga:  Polres Wonogiri Gelar TFG dan Latihan Antisipasi Kontinjensi

Sulastri, warga Sragen yang ikut berebut mengaku sangar antusias ikut rebutan. “Ini ngalap berkah, nanti sayurnya dimasak untuk berkah keselamatan dan rejeki baik,” Ungkap Sulastri yang merupakan pedagang.

“Karaton Surakarta terus menjaga tradisi, kali ini menggelar Grebeg Besar membawa Gunungan Estri dan Gunungan Jaler, simbol kemakmuran dan keselamatan, membuang yang jahat atau buruk, membersihkan rejeki kita,” Ungkap Pengangeng Sasana Wilapa Karaton Surakarta GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng.

Kegiatan pelayanan kesehatan gratis tersebut dimulai pukul 08.30 WIB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan Puskesmas, di Pagelaran Karaton Surakarta.

Nampak PB XIV bersama Abdi dalem juga ikut melakukan tes kesehatan. “Alhamdulillah hasil baik dan sehat,” Ungkap PB XIV.

Baca juga:  Sumbang Sepuluh Gerobak UMKM, Ilyas Ingin Singkong Jaraktawa Laris

Prosesi ditutup dengan pembagian daging kurban dari Keraton Surakarta pada warga masyarakat dan Abdi dalem.

Tradisi Grebeg Besar sendiri merupakan simbol rasa syukur Karaton dan masyarakat atas limpahan berkah Tuhan Yang Maha Esa yang telah berlangsung turun-temurun sejak masa Pakubuwono XII. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...