JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar berubah jadi panggung pagelaran, Kamis (4/7) malam. Ratusan pasang mata menatap kelir. Di situlah 30 dalang lintas generasi bertempur dalam pagelaran wayang kulit kolosal _Semar Mbangun Kahyangan_.
Itu bukan pentas biasa. Ini selebrasi lima tahun Paguyuban Dalang Remaja Karanganyar Jaya, Darmakarya.
Acara dibuka tiga dalang remaja putri berbakat yakni, Ni Mustika Madu Lestari, Ni Rahesta Dika Candra Dewi, dan Ni Diva Setiandra. Sabetan lincah, cengkok tegas, artikulasi jernih. Penonton langsung terpaku.
Mereka jadi bukti Darmakarya serius menggodok regenerasi. Setelah itu estafet dilanjutkan 27 dalang lain se-Karanganyar. Guyub. Tanpa ego. Satu lakon, satu napas: _Semar Mbangun Kahyangan_.
Wakil Bupati Adhe Eliana hadir langsung dan memberi apresiasi tinggi. Ia menyebut Darmakarya konsisten merawat seni adiluhung. Pemkab Karanganyar berkomitmen membuka ruang kreatif seluas-luasnya bagi seniman muda.
“Pemerintah daerah sangat bangga. Darmakarya sudah lima tahun membuktikan eksistensi. Terus sinergi dan kolaborasi, akselerasi potensi dalang muda Karanganyar,” ujar Adhe.
Di tengah gempuran modernisasi, Adhe mengingatkan, wayang kulit itu warisan dunia UNESCO. Bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Anak muda Karanganyar harus bangga memegang wayang, bangga nonton wayang, dan menjadikannya benteng karakter bangsa. Tepuk tangan riuh mengiringi.
Ketua Panitia Ki Anggit Laras Prabowo menegaskan, pentas ini bukan sekadar ulang tahun. Ini tonggak kebangkitan pedalangan Karanganyar.
“Malam ini membuktikan sinergi dalang senior dan remaja masih sangat solid. Darmakarya hadir sebagai pelestari dari apa yang dibangun almarhum Ki Manteb Soedarsono, dalang kebanggaan Karanganyar,” katanya.
Bagi Ki Anggit, regenerasi adalah kunci. Lewat Darmakarya, anak muda membuktikan tidak menjaga jarak dari budayanya sendiri. Justru dari tangan-tangan remaja inilah napas wayang diyakini akan hidup puluhan tahun ke depan.
Pentas tuntas hingga dini hari. Tuntunan dapat, tontonan dapat. Nama Karanganyar makin kokoh sebagai lumbung dalang muda Jawa Tengah.
Acara ini juga dihadiri Sekretaris Persatuan Pedalangan Indonesia Jateng Bambang Sulanjari, Kadisdikbud Hendro Prayitno, Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar Ki Sulardiyanto Pringgo Carito, serta puluhan komunitas seni Solo Raya yang datang memberi dukungan moral. (yas/rit)




