BPPKAD Kudus Terus Genjot Capaian Pajak Daerah


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) per 31 Mei 2026, dengan total realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp708,42 miliar. Angka tersebut setara dengan 34,54 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2,05 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menyatakan optimismenya terhadap tren positif ini. Capaian pajak daerah mendekati 45 persen di bulan Mei, menunjukkan pendapatan Pemkab Kudus bekerja sesuai jalur.

‘’Kami terus mendorong optimalisasi di semua lini agar target akhir tahun bisa terpenuhi,’’ ujarnya.

Sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang kontribusi penting dalam kemandirian fiskal daerah. Target pendapatan daerah Kudus sebesar Rp713 miliar dan sudah terserap hingga 31 Mei 2026 sebesar Rp297,2 miliar atau setara 41,63 persen.


Baca juga:  Lepas 300 Perantau Balik Kerja, Sam’ani Ingatkan Jaga Nama Baik Kudus

Dari total PAD tersebut, sektor realisasi pajak daerah tercatat menyumbang sebesar Rp126,6 miliar dari target Rp335,6 miliar (37,73%). Sementara itu, capaian impresif ditunjukkan oleh sektor retribusi daerah yang berhasil menyerap Rp161 miliar atau 45,74% dari target Rp352,97 miliar.

Menanggapi hal ini, Djati menekankan pentingnya inovasi layanan,’’Sektor retribusi sudah melewati separuh target. Untuk pajak daerah, kami akan memperluas digitalisasi pembayaran dan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap objek-objek pajak potensial,’’ tambahnya.

Sementara pada sektor pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi masih menjadi penopang terbesar bagi struktur pembiayaan di Kabupaten Kudus. Total Target Transfer sebesar Rp1,33 triliun, dan saat sekarang sudah terealisasi sebesar Rp411,26 miliar atau sebesar 30,75 persen.

Baca juga:  Bupati Sudewo Resmikan Sejumlah Pembangunan Infrastruktur Strategis di Kabupaten Pati

‘’Dana ini meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Alokasi Khusus (DAK) yang krusial untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,’’ jelasnya.

Bagian Lain-Lain PAD yang Sah juga mencatatkan realisasi sebesar Rp3,6 miliar dari target Rp15,9 miliar atau sebesar 22,66 persen. Berdasarkan data tersebut, Djati mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak lengah menghadapi paruh kedua tahun anggaran.

‘’Kami akan terus mengevaluasi kendala di lapangan, terutama untuk sektor yang capaiannya masih di bawah 40 persen. Sinergi antar-OPD akan diperkuat agar sisa target anggaran ini bisa dikejar demi kelancaran pembangunan masyarakat Kudus,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...